Iran Luncurkan Gelombang ke-97 Serangan Rudal dan Drone, Targetkan Fasilitas AS dan Israel

favicon progres.id
ebrahim zolfaghari
Jubir Markas Khatam Al-Anbiya IRGC Ebrahim Zolfaghari (IRGC)

PROGRES.ID – Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah target Amerika Serikat dan Israel dalam gelombang ke-97 operasi militer yang mereka sebut “True Promise 4”.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu, IRGC menyebut operasi gabungan tersebut menyasar sejumlah titik strategis, termasuk lokasi yang diklaim sebagai tempat persembunyian komandan dan perwira militer Amerika di dekat pangkalan angkatan laut Mohammad al-Ahmad di Kuwait.

IRGC menyatakan target tersebut dihancurkan melalui serangan presisi menggunakan rudal balistik dan drone tempur. Mereka juga mengklaim banyaknya ambulans yang terlihat di lokasi menjadi indikasi adanya korban di pihak lawan, meski jumlah pasti belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan ini disebut sebagai kelanjutan dari operasi sebelumnya yang menargetkan pusat komando dan fasilitas pelatihan militer Amerika di Uni Emirat Arab. Dalam laporan yang beredar, serangan tersebut disebut menewaskan atau melukai sedikitnya 25 orang.

kerusakan sebuah gedung di haifa
Kerusakan gedung di Haifa menyulitkan tim penyelamat setempat mengevakuasi mayat yang tertimbun reruntuhan (Foto: Telegram)

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menyerang sebuah kapal komersial Israel di jalur pelayaran Pelabuhan Jebel Ali, Uni Emirat Arab, menggunakan rudal jelajah laut jenis Qadir. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena serangan.

Di sektor maritim, IRGC menyatakan pihaknya mulai membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sejak Sabtu. Kapal-kapal yang tidak memiliki izin disebut diarahkan ke area jangkar tertentu. IRGC juga meminta kapal tanker dan kapal dagang yang melintas di Teluk Persia dan Laut Oman untuk melakukan komunikasi melalui kanal radio internasional sebelum melanjutkan pelayaran.

Pembatasan ini diberlakukan beberapa hari setelah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. IRGC memperingatkan awak kapal agar tidak terpengaruh oleh informasi yang mereka sebut sebagai berita tidak akurat yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain operasi laut, IRGC juga menyatakan bahwa pasukan dirgantara mereka menyerang kawasan industri yang disebut terkait militer Israel di Beersheba sebagai bagian dari respons atas serangan terhadap fasilitas sipil Iran.

Pada Minggu pagi, Iran juga mengklaim telah menyerang target di Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait sebagai balasan atas serangan udara yang disebut menargetkan fasilitas sipil di Iran.

Meski demikian, IRGC menegaskan bahwa rangkaian serangan yang telah dilakukan sejauh ini baru merupakan sebagian dari respons mereka. Mereka memperingatkan bahwa operasi berikutnya dapat berlangsung lebih luas dan intens jika serangan terhadap fasilitas sipil Iran terus berlanjut.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim serangan tersebut. Namun, eskalasi yang terus meningkat menunjukkan konflik di kawasan Timur Tengah kian meluas, dengan operasi militer yang melibatkan berbagai titik strategis di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *