PROGRES.ID – Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menilai ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat tidak akan mengubah situasi di kawasan, serta menyebut Washington mengalami “kekalahan memalukan” di Asia Barat.
Ebrahim Zolfaqari menyatakan bahwa retorika keras dan ancaman yang disampaikan Donald Trump tidak akan mampu menutupi kegagalan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan pada Senin malam.
Dalam keterangannya, ia memaparkan rangkaian operasi militer Iran pada hari ke-38 konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, pasukan Angkatan Laut dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah melancarkan gelombang ke-98 serangan dalam operasi yang disebut “True Promise 4”.
Ia mengklaim, pada tahap awal operasi, Angkatan Laut IRGC menargetkan kapal kontainer Israel, SDN 7, menggunakan rudal jelajah hingga menyebabkan kebakaran hebat. Selain itu, kapal serbu amfibi milik militer AS dengan nomor lambung LHA-7 juga disebut menjadi sasaran serangan dan terpaksa mundur ke Samudra Hindia.
Zolfaqari menambahkan bahwa sejumlah titik strategis di Israel, termasuk wilayah utara dan selatan Tel Aviv, Haifa, serta kawasan industri di Be’er Sheva dan Petah Tikva, menjadi target serangan rudal balistik yang diklaim tepat sasaran.
Ia juga menyebut fasilitas produksi drone milik Israel di Uni Emirat Arab serta sejumlah pesawat di Pangkalan Udara Ali Al-Salem turut menjadi sasaran serangan drone dan rudal.
Pada tahap berikutnya, pangkalan militer AS di al-Udairi, Kuwait, diklaim diserang menggunakan rudal dan drone, yang menurutnya menyebabkan kerusakan pada fasilitas penyimpanan helikopter dan akomodasi pasukan.
Selain itu, kelompok yang disebut sebagai Perlawanan Islam di Irak dilaporkan menargetkan pusat komando dan kendali AS di pangkalan Victoria, Baghdad. Zolfaqari juga menyebut lima lokasi yang diklaim sebagai markas kelompok bersenjata di Irak utara berhasil diserang setelah melalui proses pengumpulan intelijen.
Ia menambahkan bahwa militer Iran turut melancarkan serangan menggunakan drone tempur ke pangkalan al-Kharj dan kamp al-Udairi. Menurutnya, pangkalan al-Kharj memiliki peran penting dalam mendukung operasi AS di kawasan.
Di sisi lain, Iran mengklaim berhasil menembak jatuh sejumlah drone, termasuk jenis Orbiter di Kermanshah, Hermes-900 di Andimeshk, serta dua drone MQ-9 di Isfahan dan Qeshm.
Zolfaqari menegaskan bahwa ancaman dari Presiden AS tidak akan memengaruhi operasi militer Iran. Ia menilai pernyataan tersebut justru mencerminkan upaya menutupi kegagalan berulang militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.










