JD Vance Tegur Israel: Ingat! Senjata Anda dari Kami, Jadi Jangan Serang Sekutu Terakhir Anda

Penulis: Tim Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
netanyahu jd vance
Wakil Presiden AS JD Vance, kedua dari kanan, mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara selama pertemuan di al-Quds yang diduduki, pada 22 Oktober 2025. (Foto: AP via PressTV)

PROGRES.ID, WASHINGTON – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melontarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada Israel di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara terkait perkembangan terbaru di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Vance mengingatkan bahwa kemampuan pertahanan Israel selama ini tidak terlepas dari dukungan besar yang diberikan Amerika Serikat, baik dalam bentuk persenjataan maupun pendanaan.

“Senjata-senjata pertahanan yang melindungi negara Anda dibuat oleh tangan-tangan Amerika dan dibiayai oleh uang para pembayar pajak Amerika,” kata Vance.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai pesan keras dari Washington kepada Tel Aviv agar menjaga hubungan dengan sekutu utamanya di tengah situasi regional yang semakin kompleks.

Vance juga menyampaikan kritik terbuka terhadap langkah-langkah yang dianggap berpotensi merusak hubungan antara kedua negara.

“Jika saya berada di pemerintahan Israel, saya tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul ketika hubungan Amerika Serikat dan Israel menjadi sorotan menyusul sejumlah perbedaan pandangan mengenai perkembangan diplomatik dan keamanan di Timur Tengah, termasuk upaya gencatan senjata serta proses negosiasi yang sedang berlangsung di kawasan.

Meski Vance tidak menjelaskan secara rinci tindakan apa yang dimaksud dalam pernyataannya, sejumlah pengamat menilai komentar tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan sebagian kalangan di Washington terhadap sikap pemerintah Israel dalam beberapa isu strategis terbaru.

Amerika Serikat selama puluhan tahun dikenal sebagai pendukung utama Israel, dengan bantuan militer dan keamanan yang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Dukungan tersebut mencakup sistem pertahanan udara, persenjataan canggih, hingga kerja sama intelijen yang erat.

Hingga saat ini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Wakil Presiden AS tersebut. Namun komentar Vance diperkirakan akan menambah perdebatan mengenai arah hubungan Washington dan Tel Aviv di tengah perubahan dinamika geopolitik kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *