Operasi True Promise 4 Gelombang ke-90: Iran Klaim Hantam Fasilitas Industri dan Basis Militer AS di Kawasan

favicon progres.id
irgc
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan gelombang ke-83 dan 84 disertai beredarnya video propaganda perang, yang menampilkan tentara Jubir Angkatan Darat IRGC Ebrahim Zulfeqari sedang bermain skateboard seraya selfie dan membawa minuman botol merek Barat. Video ini pun viral di platform X (Sumber: X.com)

PROGRES.ID – Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meluncurkan gelombang ke-90 dalam Operasi True Promise 4 dengan menargetkan fasilitas industri serta aset militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan respons atas serangan sebelumnya terhadap infrastruktur industri Iran. Mereka juga memperingatkan bahwa eskalasi akan terus berlanjut jika serangan serupa kembali terjadi.

IRGC mengungkapkan bahwa operasi gabungan rudal dan drone berhasil menghantam sejumlah fasilitas strategis, termasuk pabrik baja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta fasilitas aluminium di Bahrain yang sebelumnya dilaporkan masih utuh dari serangan sebelumnya.

Selain target industri, serangan juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang disebut terkait dengan kepentingan militer AS dan Israel, termasuk fasilitas persenjataan dan posisi militer di sekitar Manama, ibu kota Bahrain.

IRGC mengklaim serangan tersebut menyebabkan korban di pihak militer AS, dengan sejumlah personel dilaporkan tewas dan terluka. Aktivitas evakuasi disebut berlangsung selama beberapa jam setelah serangan, sementara area terdampak langsung diamankan oleh aparat setempat.

Dalam tahap lanjutan operasi, Iran juga menargetkan sejumlah pangkalan udara Israel seperti Tel Nof, Palmachim, dan Ben Gurion, serta beberapa titik konsentrasi militer di kota-kota seperti Tel Aviv, Haifa, Eilat, Negev, dan Beersheba.

serangan iran mengakibatkan kerusakan gedung
Salah satu gedung di Tel Aviv terkena serpihan rudal dari Iran (Foto: PressTV)

Tak hanya itu, pangkalan militer AS di Kuwait dan Arab Saudi juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone dalam operasi yang sama.

IRGC juga menyatakan berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini di Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, yang disebut memiliki peran penting dalam mendeteksi ancaman udara di kawasan.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari strategi balasan terhadap tindakan yang mereka sebut sebagai serangan terhadap kota dan fasilitas industri Iran.

Iran juga menyampaikan peringatan langsung kepada Presiden Donald Trump agar tidak mengambil langkah yang dapat memperluas konflik dan memperburuk situasi global.

IRGC menegaskan bahwa operasi ini didedikasikan bagi para korban yang tewas dalam serangan sebelumnya, serta menekankan bahwa serangan terhadap target yang dianggap sebagai infrastruktur militer musuh akan terus berlanjut.

Sebagai penutup, IRGC menyatakan bahwa gelombang terbaru ini menjadi pesan tegas bahwa setiap serangan terhadap industri Iran akan dibalas dengan respons yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *