PROGRES.ID – Otoritas penerbangan sipil Israel mengungkapkan bahwa Bandara Internasional Ben-Gurion Airport disebut tidak lagi beroperasi sepenuhnya sebagai bandara sipil internasional setelah konflik terbaru dengan Iran.
Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Israel menyatakan bahwa kondisi tersebut memicu krisis serius terhadap aktivitas penerbangan sipil di wilayah Israel.
Dalam pernyataannya, ia menyebut Bandara Ben-Gurion kini secara de facto telah berubah menjadi pangkalan militer Amerika Serikat, menyusul meningkatnya aktivitas dan penggunaan fasilitas bandara untuk kepentingan militer pascaperang dengan Iran.
Pejabat tersebut juga mengakui bahwa Israel saat ini tidak lagi memiliki bandara internasional yang benar-benar siap beroperasi secara normal untuk kebutuhan penerbangan sipil internasional.
Situasi itu disebut berdampak besar terhadap lalu lintas udara, termasuk operasional maskapai, jadwal penerbangan internasional, hingga mobilitas penumpang.
Bandara Ben-Gurion selama ini merupakan gerbang utama penerbangan internasional Israel dan menjadi pusat konektivitas udara paling penting di negara tersebut.
Namun, meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan serta dampak konflik dengan Iran membuat operasional sipil di bandara itu disebut mengalami tekanan besar.
Hingga kini belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil pemerintah Israel untuk memulihkan fungsi penuh bandara sipil internasional di negara tersebut.












