PROGRES.ID, ISTANBUL – Turki resmi memulai pengadaan jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri, TAI KAAN, setelah Angkatan Udara Turki menandatangani kontrak pembelian tahap pertama sebanyak 20 unit pesawat.
Kesepakatan tersebut diteken antara Turkish Aerospace dan Sekretariat Industri Pertahanan Turki dalam ajang pameran pertahanan SAHA Expo yang berlangsung di Turki.
CEO Turkish Aerospace, Mehmet Demiroglu, mengatakan kontrak awal mencakup 20 pesawat varian Block 10. Pemerintah Turki disebut masih membuka peluang penambahan jumlah jet pada tahap berikutnya.
“Penjualan awal dilakukan untuk batch pertama sebanyak 20 pesawat Block 10. Ini adalah pesanan pertama dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah,” ujarnya seperti dinukil dari laman website Breakingdefense.com.
Setelah Indonesia, Kini Turki Mulai Pengadaan Domestik
Kontrak terbaru ini menjadi pemesanan domestik pertama untuk KAAN setelah sebelumnya Indonesia lebih dulu menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur tersebut pada Juni tahun lalu.
Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Turki, Haluk Gorgun, menyebut pengembangan KAAN menjadi simbol kemandirian industri pertahanan nasional Turki.
“Kami bangga dapat mengembangkan produk-produk ini secara lokal dan nasional untuk diserahkan kepada pasukan keamanan kami,” kata Gorgun.
KAAN Jadi Proyek Pertahanan Paling Ambisius Turki
Program KAAN saat ini menjadi salah satu proyek pertahanan paling bergengsi milik Turki. Prototipe pesawat tersebut pertama kali melakukan penerbangan perdana pada Februari 2024.
Selain Indonesia, Turkish Aerospace juga dikabarkan tengah menjajaki peluang ekspor dengan Saudi Arabia.
Dalam pameran SAHA Expo, sejumlah perusahaan pertahanan Turki turut memamerkan komponen yang akan digunakan pada KAAN, termasuk mesin buatan lokal.
Saat ini, prototipe KAAN masih menggunakan mesin GE Aerospace F110. Namun Turki menargetkan penggunaan mesin turbofan domestik TF35000 buatan TEI mulai 2032.
Mesin Lokal Masih Tahap Pengembangan
TEI memamerkan konsep mesin TF35000 dalam ajang SAHA Expo. Perusahaan menyebut mesin tersebut masih berada dalam tahap desain, sementara produksi prototipe dijadwalkan dimulai pada 2027.
Pengembangan mesin lokal menjadi perhatian penting bagi Turki setelah sebelumnya muncul laporan bahwa transfer tambahan mesin buatan AS sempat terkendala faktor politik di Kongres Amerika Serikat.
Analis pertahanan dari IISS, Sascha Bruchmann, menilai industri pertahanan Turki menunjukkan perkembangan besar dalam satu dekade terakhir.
Menurutnya, banyak pemasok komponen hingga material produksi KAAN ikut tampil di SAHA Expo untuk menunjukkan kesiapan rantai pasok industri pertahanan Turki.
“Ini menunjukkan sejauh mana perkembangan industri Turki dalam 10 tahun terakhir, meski sebagian keraguan kemungkinan baru benar-benar hilang saat jet produksi akhirnya terbang,” ujarnya.
Turki Siapkan Drone Pendamping untuk KAAN
Selain KAAN, Turkish Aerospace juga menampilkan sejumlah produk lain seperti drone tempur ANKA III, helikopter T625 Gokbey, hingga pesawat latih dan serang ringan TAI Hurjet.
Turki juga menandatangani kesepakatan dengan GE Aerospace untuk pengadaan mesin F404 yang akan digunakan pada Hurjet.
Dalam pengembangannya, Turki berencana menerapkan konsep kerja sama antara pesawat tempur berawak dengan drone pendamping atau Collaborative Combat Aircraft, seperti yang tengah dikembangkan militer Amerika Serikat.
Menurut Demiroglu, pengujian konsep tersebut masih berada pada tahap awal.
“Untuk konsep kerja sama pesawat berawak dan nirawak, pengujian KAAN belum dimulai. Sementara untuk Hurjet, pengujian awal baru dilakukan dan akan terus ditingkatkan secara bertahap,” katanya.












