PROGRES.ID – Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menyatakan bahwa Iran kini bertindak layaknya kekuatan besar, meskipun belum memiliki senjata nuklir.
Dalam pernyataannya pada Senin, Gargash menilai tindakan agresif terbaru Iran bukanlah reaksi spontan, melainkan langkah yang telah dirancang secara matang. Ia menegaskan bahwa skala dan cara pelaksanaannya menunjukkan adanya perencanaan sebelumnya, sekaligus mencerminkan keputusan strategis yang diambil di tengah upaya negara-negara Teluk untuk meredakan ketegangan dan menghindari konfrontasi langsung.
Menurut Gargash, eskalasi yang dilakukan Iran kali ini menjadi titik balik penting di kawasan. Ia menyebut intensitas dan dampaknya sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus menandai perubahan signifikan dibandingkan dengan pola interaksi sebelumnya di Timur Tengah.
Ia juga menyoroti bahwa pendekatan lama negara-negara Teluk yang berfokus pada strategi penahanan (containment) terhadap Iran kini menunjukkan keterbatasannya. Perkembangan terbaru, kata dia, semakin menegaskan bahwa ancaman yang ditimbulkan Iran tidak bisa lagi dianggap ringan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gargash dalam diskusi panel bertajuk “Re-evaluating Alliances in Times of Tension” dalam ajang Gulf Creators yang digelar oleh Kantor Media Pemerintah UEA di Atlantis The Palm, Dubai.
Dalam forum itu, Gargash turut mengungkapkan bahwa soliditas Gulf Cooperation Council (GCC) selama eskalasi terakhir berada pada titik yang relatif lemah, bahkan lebih rendah dibandingkan krisis-krisis sebelumnya. Hal ini terjadi meskipun ancaman yang dihadapi kawasan semakin besar dan membutuhkan respons kolektif.
Ia menilai situasi tersebut memperlihatkan persoalan struktural yang lebih dalam, termasuk fragmentasi dalam sistem keamanan negara-negara Arab serta perbedaan prioritas di tingkat regional.
Meski demikian, Gargash menekankan bahwa aliansi strategis tetap memegang peran penting, khususnya keterlibatan Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan dan melindungi kepentingan bersama.












