PROGRES.ID – Serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap target militer di kawasan Timur Tengah disebut menimbulkan kerugian besar bagi Amerika Serikat dan sekutunya. Total kerugian yang dialami Washington diperkirakan mencapai 2,52 miliar dolar AS atau sekitar Rp40 triliun.
Kerugian tersebut terutama berasal dari hancurnya sejumlah sistem pertahanan, pesawat tempur, hingga drone militer yang ditempatkan di berbagai pangkalan AS di kawasan Teluk.
Radar Super Mahal Hancur
Kerugian terbesar berasal dari rusaknya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 early warning radar milik Amerika Serikat yang berada di Qatar. Sistem radar strategis tersebut diperkirakan bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS.
Radar ini dikenal sebagai salah satu komponen penting dalam jaringan pertahanan rudal Amerika karena mampu mendeteksi peluncuran rudal balistik dari jarak sangat jauh.
Selain itu, dua sistem radar pertahanan rudal AN/TPY-2 yang menjadi bagian dari sistem THAAD missile defense system juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Radar tersebut masing-masing berada di:
- Uni Emirat Arab dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS
- Yordania dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS
Kerusakan pada sistem radar ini dinilai menjadi pukulan serius bagi jaringan pertahanan udara AS di kawasan.
Jet Tempur dan Drone Ikut Hancur
Tidak hanya radar, beberapa aset udara Amerika juga dilaporkan hilang atau hancur akibat serangan tersebut.
Di Kuwait, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan rusak atau hancur dengan nilai total sekitar 282 juta dolar AS.
Selain itu, Iran juga berhasil menjatuhkan tiga drone pengintai MQ-9 Reaper yang nilainya mencapai 90 juta dolar AS.
Drone MQ-9 Reaper dikenal sebagai salah satu pesawat tanpa awak paling canggih milik militer AS yang biasa digunakan untuk misi pengintaian dan serangan presisi.
Infrastruktur Komunikasi Militer Rusak

Serangan tersebut juga menghantam fasilitas komunikasi militer Amerika di kawasan Teluk.
Tiga stasiun komunikasi satelit AN/GSC-52B di Kuwait dilaporkan rusak dengan nilai sekitar 30 juta dolar AS.
Sementara dua stasiun komunikasi serupa di Bahrain mengalami kerusakan dengan nilai sekitar 20 juta dolar AS.
Kerusakan pada fasilitas ini berpotensi mengganggu koordinasi komunikasi militer AS di kawasan.
Israel Disebut Menderita Kerugian Lebih Besar
Di sisi lain, sekutu utama Washington di kawasan, Israel, disebut mengalami kerugian yang bahkan lebih besar.
Sejumlah laporan menyebut berbagai fasilitas penting mengalami kerusakan akibat serangan balasan Iran.
Beberapa lokasi strategis yang dilaporkan terdampak antara lain:
- Pangkalan militer Ramat David Airbase
- Infrastruktur pertahanan dan markas militer
- Bandara internasional utama Israel, Ben Gurion Airport
Selain fasilitas militer, sejumlah bangunan sipil di berbagai kota juga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Bahkan ada ribuan warga Israel kehilangan tempat tinggal.
Eskalasi Konflik Meningkat
Serangan saling balas antara Iran dan koalisi AS-Israel menandai meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Para analis memperingatkan bahwa jika serangan terus berlanjut, kerugian ekonomi dan militer di kedua pihak berpotensi meningkat tajam, sekaligus memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas di kawasan tersebut.












