Trump Klaim Berhasil Bawa Pulang Pilot, Ini Kisah Penyelamatan Awak F-15E yang Hilang di Iran

favicon progres.id
black hawk down in iran
Puing-puing helikopter Black Hawk yang ditembak hancur oleh Iran (Foto: IRGC)

PROGRES.ID – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui platform Truth Social, ia mengumumkan bahwa salah satu awak jet tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Di balik pengumuman singkat itu, tersimpan cerita panjang tentang operasi militer yang berlangsung menegangkan selama berjam-jam—bahkan melintasi malam menuju siang.

Trump menggambarkan misi tersebut sebagai salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani yang pernah dilakukan militer AS. Awak yang ditemukan disebut sebagai seorang kolonel yang mengalami luka, namun dalam kondisi stabil.

Insiden ini bermula ketika jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan jatuh pada Jumat (3/4/2026). Sejumlah pejabat AS menyebut pesawat itu ditembak oleh pasukan Iran di wilayah barat daya negara tersebut. Dari dua awak di dalamnya, pilot berhasil menyelamatkan diri lebih awal, sementara satu awak lain—petugas sistem senjata—sempat hilang.

Upaya pencarian pun segera digelar. Selama berjam-jam, berbagai unsur militer dikerahkan: dari pesawat tempur, helikopter, hingga pasukan khusus yang bergerak senyap di darat. Bahkan, sebuah pesawat A-10 Thunderbolt II yang ikut dalam misi juga sempat ditembaki, meski pilotnya berhasil menyelamatkan diri.

Menurut laporan sejumlah media, operasi tersebut tidak berjalan seperti misi penyelamatan pada umumnya yang biasanya dilakukan cepat dan dalam gelap. Kali ini, pasukan AS harus bertahan lebih lama di lapangan, menghadapi situasi yang dinamis dan berisiko tinggi.

Ketika lokasi awak yang hilang akhirnya teridentifikasi, pasukan khusus bergerak mendekat. Kontak senjata dilaporkan sempat terjadi di siang hari, menambah ketegangan dalam proses evakuasi. Meski demikian, misi berhasil diselesaikan tanpa korban jiwa di pihak AS.

Puing-puing helikopter Black Hawk yang ditembak hancur oleh Iran (Foto: IRGC)

Awak yang ditemukan kemudian dievakuasi dan diterbangkan ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Beberapa detail operasi yang kemudian terungkap menggambarkan betapa kompleksnya misi tersebut. Disebutkan bahwa ratusan personel terlibat, didukung puluhan pesawat. Bahkan, dua pesawat angkut yang digunakan dalam operasi dilaporkan harus dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan pihak lawan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh pesawat AS lain yang terlibat dalam pencarian di wilayah selatan Isfahan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menandai salah satu insiden langka dalam dua dekade terakhir, di mana jet tempur AS dilaporkan jatuh akibat serangan dalam konflik terbuka.

Di tengah dinamika konflik yang terus memanas, kisah penyelamatan ini menghadirkan sisi lain—tentang upaya tanpa henti untuk membawa pulang satu nyawa dari medan yang penuh risiko, bahkan AS harus kehilangan sejumlah pesawat dan helikopter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *