PROGRES.ID, BARCELONA — Anthony Gordon mengungkapkan kekagumannya terhadap Lamine Yamal setelah melihat langsung etos kerja dan mentalitas pemain muda Barcelona tersebut.

Gordon menilai Yamal bukan hanya memiliki bakat luar biasa, tetapi juga menunjukkan sikap yang membuatnya mampu bersaing di level tertinggi. Menurut pemain asal Inggris itu, mentalitas Yamal bahkan berada di luar perkiraannya sebelum mereka menjadi rekan setim.

“Saya sudah menduga Yamal akan menjadi pemain yang bagus dan berbakat, tetapi saya tidak menyangka mentalitasnya seperti ini,” kata Gordon dalam wawancara dengan El Pais seperti dinukil dari Goal.com.

Gordon Kagum dengan Etos Kerja Yamal

Gordon awalnya mengira pemain muda dengan kemampuan seperti Yamal mungkin tidak terlalu banyak terlibat dalam pekerjaan defensif. Namun, anggapan tersebut berubah setelah ia melihat kebiasaan Yamal di lapangan maupun tempat latihan.

Menurut Gordon, Yamal tetap aktif melakukan pressing meski memiliki peran penting dalam serangan Barcelona. Ia juga rutin menjalani latihan fisik untuk menjaga kondisinya.

“Biasanya pemain muda yang memiliki semua bakat ini akan bersantai dalam urusan bertahan. Tetapi dia melakukan pressing sebanyak yang saya lakukan dan tidak pernah absen dari ruang latihan beban,” ujar Gordon.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa Gordon melihat Yamal sebagai pemain yang tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis dan kreativitas.

Gordon: Kecerdasan Sangat Penting di Barcelona

Gordon juga berbicara mengenai tantangan bermain untuk Barcelona. Baginya, kualitas seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencetak gol atau memberikan assist.

Ia menilai pemain Barcelona harus mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat karena tuntutan permainan tim sangat tinggi.

“Kalau kamu tidak cerdas di tim ini, kamu akan tersesat. Kamu harus mengambil keputusan yang baik sepanjang waktu,” kata Gordon.

Menurutnya, kecerdasan dalam sepak bola adalah kemampuan untuk lebih sering mengambil keputusan yang tepat dibandingkan keputusan yang keliru.

Gordon bahkan menyebut aspek tersebut sebagai salah satu bagian dari permainannya yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

“Saya merasa kecerdasan saya sebagai pemain sepak bola adalah kualitas saya yang paling kurang mendapat apresiasi,” ujarnya.

Gordon Tak Terlalu Memikirkan Gol dan Assist

Pemain Inggris tersebut juga menyinggung bagaimana media sosial memengaruhi cara publik menilai seorang pesepak bola.

Menurut Gordon, pemain bisa mendapatkan pujian besar hanya karena mencetak gol atau memberikan assist, meskipun penampilan secara keseluruhan belum tentu bagus.

Ia justru lebih memilih memberikan kontribusi terhadap permainan tim meski namanya tidak tercatat di papan skor.

“Saya lebih suka bermain bagus dan tidak mencetak gol. Bagi saya, itulah sepak bola yang sesungguhnya,” tuturnya.

Gordon mengakui bahwa terkadang dirinya mungkin perlu lebih sering menembak atau tidak terlalu mengutamakan memberikan bola kepada rekan setim. Namun, mengambil keputusan yang menurutnya tepat tetap menjadi bagian penting dari gaya bermainnya.

Pressing Jadi Bagian dari Identitas Gordon

Gordon juga menjelaskan bagaimana pressing menjadi salah satu karakter utama permainannya sejak bergabung dengan Newcastle United.

Menurutnya, Eddie Howe mendatangkannya dari Everton dengan harapan Gordon dapat memberikan energi besar melalui pergerakan dan pressing.

Namun, setelah berada di Newcastle, Gordon merasa orang-orang kemudian menyadari bahwa kemampuannya tidak hanya sebatas berlari mengejar lawan.

Ia merasa kualitas teknis dan kecerdasannya dalam membaca permainan terkadang tertutupi oleh citranya sebagai pemain yang agresif melakukan pressing.

Gordon Puji Hansi Flick

Selain membahas Yamal, Gordon turut memberikan pandangannya mengenai pelatih Barcelona, Hansi Flick.

Gordon mengatakan Flick secara langsung menyampaikan keinginannya agar sang pemain bergabung dan menilai gaya bermain Gordon sesuai dengan filosofi yang diterapkannya.

Menurut Gordon, Flick memiliki karakter yang tenang serta mampu menyampaikan pesan dengan jelas. Ia mengaku menyukai gaya komunikasi pelatih yang terbuka dan tidak berbelit-belit.

“Dia berbicara dengan jelas dan itu saya sukai. Saya lebih suka keterusterangan, meski keras,” kata Gordon.

Gordon juga menyebut kualitas skuad Barcelona sebagai salah satu alasan dirinya tertarik menjadi bagian dari proyek klub tersebut.

Harry Kane Tak Kalah Hebat dari Yamal dan Mbappe

Dalam wawancara tersebut, Gordon turut menyinggung Harry Kane ketika membahas bagaimana perhatian publik di setiap negara cenderung tertuju kepada pemain yang sedang menjadi sorotan.

Menurut Gordon, di Spanyol pembicaraan sepak bola banyak berkutat pada Yamal dan Kylian Mbappe. Sementara di Inggris, perhatian terbesar sering tertuju kepada kompetisi Premier League.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena publik sepak bola cenderung lebih banyak membicarakan pemain yang tampil paling dekat dengan mereka.

“Di sini mereka membicarakan Lamine dan Mbappe karena mereka yang terbaik,” ujar Gordon.

Bagi Gordon, perbedaan perhatian tersebut tidak berarti pemain seperti Kane kehilangan kualitasnya. Hal itu lebih berkaitan dengan bagaimana sepak bola dikonsumsi oleh penggemar di setiap negara.

Anthony Gordon dan Barcelona

Pernyataan Gordon memperlihatkan sisi lain dari persaingan di Barcelona. Bagi pemain asal Inggris tersebut, bermain di klub sebesar Barcelona bukan hanya soal kemampuan mengolah bola.

Kecerdasan membaca permainan, pengambilan keputusan, pressing, disiplin, dan etos kerja menjadi bagian penting yang harus dimiliki pemain untuk bertahan di level tertinggi.

Dan di antara para pemain yang membuatnya terkesan, Lamine Yamal menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian Gordon—bukan hanya karena bakatnya, tetapi juga karena mentalitas dan kemauannya untuk terus bekerja keras.