PROGRES.ID – Zion Suzuki mencatat sejarah baru dalam sepak bola Jepang setelah bergabung dengan Aston Villa. Penjaga gawang berusia 24 tahun itu menjadi kiper Jepang pertama yang tampil di Premier League sekaligus pemain asal Asia pertama yang mengenakan seragam The Villans.

Kepindahan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Suzuki yang sebelumnya memperkuat Parma di Serie A Italia. Aston Villa mendatangkannya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Emiliano Martinez setelah sang kiper pindah ke Chelsea.

Menurut laporan yang dikutip dari Daily Mail, Suzuki menjalani debut bersama Aston Villa ketika menghadapi Arsenal pada pekan kedua Liga Inggris, Selasa (1/9/2026). Dalam pertandingan tersebut, Villa harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-1.

Debut Zion Suzuki Bersama Aston Villa

Suzuki langsung mendapat ujian berat pada pertandingan pertamanya di Premier League. Arsenal mampu mencetak gol melalui Bukayo Saka yang menyelesaikan peluang di depan gawang.

Kiper kelahiran Amerika Serikat itu memang gagal mencegah bola masuk, tetapi secara keseluruhan penampilannya cukup menjanjikan.

Suzuki tercatat membuat penyelamatan penting ketika menggagalkan sundulan Declan Rice dari jarak dekat. Ia juga mampu menghentikan peluang Kai Havertz dalam situasi satu lawan satu, meski pemain Arsenal tersebut kemudian dinyatakan berada dalam posisi offside.

Dalam distribusi bola, Suzuki mencatatkan akurasi umpan sebesar 68 persen.

Aston Villa mengikat Suzuki dengan kontrak jangka panjang hingga 2031. Nilai transfernya dilaporkan berada di kisaran 30 juta euro, sementara laporan lain dari Football Italia menyebut biaya kepindahan tersebut dapat mencapai 35 juta euro.

Zion Suzuki, Kiper Jepang Pertama di Premier League

Transfer ke Aston Villa membuat nama Zion Suzuki masuk dalam catatan sejarah sepak bola Jepang.

Suzuki menjadi kiper Jepang pertama yang bermain di Premier League. Sebelumnya, beberapa penjaga gawang asal Asia juga pernah merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Inggris.

Ia mengikuti jejak Ali Al-Habsi dari Oman dan Neil Etheridge dari Filipina, yang lebih dahulu menjadi bagian dari klub-klub sepak bola Inggris.

Tak hanya itu, Suzuki juga tercatat sebagai pemain asal Asia pertama yang memperkuat Aston Villa.

Kehadirannya di Villa Park sekaligus menjadi salah satu pencapaian penting bagi sepak bola Jepang, mengingat Premier League merupakan salah satu kompetisi paling kompetitif di dunia.

Lahir di Amerika Serikat, Besar di Jepang

Zion Suzuki memiliki latar belakang keluarga yang cukup beragam. Ia lahir di Arkansas, Amerika Serikat, pada 21 Agustus 2002 dari ibu berdarah Ghana dan ayah asal Jepang.

Meski lahir di Amerika Serikat, Suzuki tumbuh besar di Urawa, Saitama. Di kota tersebut, ia mulai membangun karier sepak bolanya bersama akademi Urawa Reds sejak 2009.

Bakatnya berkembang pesat hingga pada usia 16 tahun lima bulan Suzuki menandatangani kontrak profesional bersama Urawa Reds.

Dengan tinggi badan sekitar 190 sentimeter, Suzuki menjadi pemain termuda dalam sejarah Urawa Reds yang mendapatkan kontrak profesional.

Awal Karier dan Gelar Bersama Urawa Reds

Debut profesional Suzuki bersama Urawa Reds terjadi pada Mei 2021 ketika menghadapi Vegalta Sendai.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan potensinya. Suzuki mampu mencatatkan tiga clean sheet secara beruntun bersama klub asal Saitama tersebut.

Kariernya bersama Urawa Reds kemudian dihiasi sejumlah trofi bergengsi. Suzuki menjadi bagian dari skuad yang meraih Liga Champions Asia 2022, Piala Kaisar 2021, serta Piala Super Jepang 2022.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting sebelum Suzuki mencoba tantangan di luar Jepang.

Memilih Jepang di Level Internasional

Latar belakang keluarga membuat Suzuki memiliki sejumlah opsi dalam menentukan negara yang dibelanya.

Ia secara administratif memiliki peluang untuk memperkuat Jepang, Ghana, maupun Amerika Serikat. Namun, Suzuki akhirnya memilih Jepang dan mulai memperkuat tim nasional Negeri Sakura dari kelompok usia muda.

Ia pernah membela Jepang mulai level U-15 hingga U-23 sebelum mendapat kesempatan masuk tim senior.

Debut Suzuki bersama timnas senior Jepang berlangsung pada 19 Juli 2022 saat menghadapi Hong Kong dalam ajang EAFF.

Pelatih Hajime Moriyasu kemudian memberikan kepercayaan besar kepada Suzuki. Ia dipilih sebagai salah satu penjaga gawang utama Jepang di Piala Asia 2023, bersaing dengan Daiya Maekawa dan Taishi Brandon Nozawa.

Piala Asia 2023 Jadi Pelajaran Penting

Perjalanan Suzuki bersama timnas Jepang tidak selalu berjalan mulus.

Pada Piala Asia 2023, performanya menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan ketika menghadapi Vietnam di fase grup. Suzuki kembali mendapat kritik setelah Jepang menelan kekalahan dari Irak pada fase gugur.

Jepang juga kebobolan ketika menghadapi Indonesia di fase grup. Gol tersebut tercatat melalui Sandy Walsh.

Meski mendapat sorotan, pengalaman di Piala Asia menjadi bagian penting dari proses perkembangan Suzuki sebagai penjaga gawang muda.

Dari Belgia dan Italia Menuju Premier League

Setelah Piala Asia 2023, Suzuki melanjutkan kariernya di Eropa.

Ia sempat dipinjamkan Urawa Red Diamonds ke klub Belgia, Sint-Truiden. Pengalaman tersebut menjadi langkah penting bagi Suzuki untuk beradaptasi dengan sepak bola Eropa.

Setelah masa peminjamannya, Suzuki kemudian melanjutkan perjalanan ke Italia dengan bergabung bersama Parma.

Penampilannya di Eropa akhirnya menarik perhatian Aston Villa. Klub asal Birmingham tersebut kemudian menjadikannya sebagai bagian dari proyek jangka panjang hingga 2031.

Aston Villa menjadi klub profesional keempat dalam karier Suzuki setelah Urawa Reds, Sint-Truiden, dan Parma.

Seberapa Besar Potensi Zion Suzuki?

Pada usia 24 tahun, Suzuki masih memiliki perjalanan panjang untuk membangun reputasinya di Premier League.

Kualitas fisik, pengalaman di Jepang, Belgia, Italia, serta kiprahnya bersama timnas Jepang menjadi modal yang telah dimilikinya. Namun, Premier League menghadirkan tantangan berbeda dengan intensitas dan tekanan yang sangat tinggi.

Debut menghadapi Arsenal menjadi langkah awal Suzuki untuk membuktikan dirinya di Inggris.

Kini, sorotan tertuju kepada kiper 190 sentimeter tersebut. Apakah Zion Suzuki mampu berkembang menjadi salah satu penjaga gawang penting Aston Villa sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu kiper terbaik Jepang?

Perjalanan panjangnya di Premier League baru saja dimulai.