PROGRES.ID – Nama David Beckham mencuat dalam bursa calon Presiden FIFA menjelang pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Legenda sepak bola Inggris itu disebut menjadi salah satu figur yang dipertimbangkan kalangan sepak bola Eropa untuk menantang petahana Gianni Infantino.

Wacana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara sejumlah federasi Eropa dan kepemimpinan FIFA. Beckham dinilai memiliki modal berupa popularitas global, jaringan luas di dunia sepak bola, serta pengalaman mengelola klub profesional.

Namun, hingga Senin (19/10/2026), belum ada konfirmasi bahwa Beckham bersedia mencalonkan diri. Namanya masih sebatas opsi yang dibicarakan, bukan kandidat resmi dalam pemilihan orang nomor satu sepak bola dunia tersebut.

Laporan Sky Sport Jerman yang dikutip sejumlah media, termasuk *Goal* dan *detikSport*, menyebut Beckham masuk dalam pertimbangan sejumlah pihak di UEFA dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sebagai calon alternatif untuk menghadapi Infantino.

## UEFA Cari Penantang untuk Gianni Infantino

Peluang munculnya pesaing bagi Infantino menguat setelah pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada 15 Oktober berakhir dengan kekecewaan sejumlah pejabat sepak bola Eropa.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kontroversi rencana FIFA Forward Enterprise, yakni proposal terkait pengelolaan dan komersialisasi hak komersial Piala Dunia yang melibatkan investor eksternal. Rencana itu sebelumnya memicu penolakan dan akhirnya dibatalkan.

Presiden DFB Bernd Neuendorf menyampaikan kekecewaannya karena sejumlah pertanyaan penting yang diajukan kepada Infantino dinilai belum mendapatkan jawaban memuaskan.

Situasi tersebut memperbesar dorongan di kalangan pengkritik Infantino untuk mencari kandidat yang mampu menantangnya dalam pemilihan mendatang.

Menurut laporan *The Guardian*, sejumlah pemimpin sepak bola Eropa optimistis dapat menemukan kandidat penantang. Namun, mereka masih menghadapi tantangan untuk menyatukan dukungan di balik satu nama yang memiliki peluang kompetitif.

Beckham menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian karena dikenal luas di berbagai negara dan memiliki hubungan dengan banyak kalangan dalam industri sepak bola.

## Mengapa David Beckham Dipertimbangkan?

Beckham mempunyai rekam jejak panjang sebagai pemain dan pengusaha sepak bola. Saat masih aktif bermain, ia memperkuat klub-klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, Paris Saint-Germain, AC Milan, dan LA Galaxy.

Bersama Manchester United, Beckham meraih sejumlah gelar penting, termasuk Liga Champions 1999. Ia juga pernah menjadi kapten tim nasional Inggris dan tampil dalam berbagai turnamen internasional.

Setelah pensiun pada 2013, Beckham tetap aktif di industri sepak bola. Ia menjadi salah satu pemilik Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat, yang semakin dikenal setelah kedatangan Lionel Messi.

Pengalaman tersebut, ditambah reputasinya sebagai salah satu figur sepak bola paling terkenal di dunia, dianggap dapat menjadi modal untuk membangun dukungan lintas negara.

Meski demikian, popularitas dan pengalaman bisnis tidak otomatis menjadikan Beckham kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan untuk memimpin FIFA. Ia juga harus menghadapi proses pencalonan serta memperoleh dukungan politik dari asosiasi sepak bola anggota FIFA.

## Pemilihan Presiden FIFA Berlangsung di Tengah Kontroversi

Infantino, yang memimpin FIFA sejak 2016, berupaya memperoleh masa jabatan berikutnya. Jika kembali terpilih, ia akan menjalani periode kepemimpinan keempat, dengan memperhitungkan ketentuan masa jabatan FIFA yang berlaku.

Namun, kepemimpinannya menghadapi tekanan setelah rencana komersialisasi hak Piala Dunia memicu kritik dari sejumlah federasi. Persoalan transparansi, tata kelola, dan keterlibatan investor turut menjadi bahan perdebatan.

Dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich, Infantino meminta maaf atas kesalahan terkait rencana investasi yang kontroversial tersebut. Akan tetapi, sejumlah delegasi Eropa menilai penjelasan yang diberikan belum menjawab persoalan utama yang mereka ajukan.

Kondisi itu membuat pencarian calon penantang menjadi bagian penting dari dinamika politik sepak bola internasional menjelang pemilihan.

Meski demikian, dukungan terhadap Infantino masih menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Untuk mengalahkan petahana, kandidat alternatif perlu membangun koalisi luas di antara asosiasi anggota FIFA dari berbagai konfederasi, bukan hanya mengandalkan dukungan Eropa.

## Beckham Belum Memutuskan untuk Maju

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Beckham yang mengonfirmasi niatnya untuk mengikuti pemilihan Presiden FIFA. Karena itu, kemunculan namanya dalam pembicaraan internal tidak dapat diartikan sebagai keputusan untuk mencalonkan diri.

Tenggat pengajuan kandidat dilaporkan jatuh pada 18 November 2026, sementara pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko.

Dalam beberapa pekan mendatang, perkembangan dukungan dari federasi sepak bola dan keputusan para tokoh yang dipertimbangkan akan menentukan apakah Beckham benar-benar masuk ke persaingan atau hanya menjadi salah satu nama yang muncul dalam pencarian alternatif.

Jika akhirnya memutuskan maju, Beckham akan menghadapi tantangan besar: mengubah popularitas dan pengaruhnya di dunia sepak bola menjadi dukungan politik yang cukup untuk menantang Infantino.

Untuk saat ini, persaingan menuju kursi Presiden FIFA masih terbuka. Nama Beckham menambah perhatian terhadap bursa tersebut, tetapi kepastian pencalonannya masih harus ditunggu.