PROGRES.ID, LUSAIL – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian dalam persaingan Moto3 2026. Rider Honda Team Asia tersebut menunjukkan performa kompetitif pada sesi latihan Moto3 Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, Jumat (6/11/2026).

Veda berhasil menempati posisi kelima dalam sesi Practice dengan catatan waktu yang hanya terpaut 0,389 detik dari pembalap tercepat, Maximo Quiles.

Hasil tersebut memastikan pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Dengan demikian, Veda tidak perlu melewati Q1 untuk memperebutkan posisi start terbaik.

Namun, keberhasilan tersebut dibayangi kabar kurang menyenangkan. Veda dijatuhi hukuman penalti turun enam posisi start untuk balapan utama Moto3 Qatar yang dijadwalkan berlangsung Minggu (8/11/2026).

Mengutip laporan resmi MotoGP, hukuman diberikan setelah Veda dinilai tidak mematuhi sinyal bendera kuning saat menjalani sesi Free Practice 1 (FP1).

Veda Ega Masuk Lima Besar, Maximo Quiles Tercepat

Penampilan Veda pada sesi Practice Moto3 Qatar memperlihatkan bahwa dirinya masih mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.

Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 2 menit 03,172 detik.

Posisi kedua ditempati David Almansa yang tertinggal 0,200 detik. Sementara David Munoz berada di peringkat ketiga dengan selisih 0,271 detik.

Pembalap Malaysia, Hakim Danish, menempati posisi keempat. Veda kemudian melengkapi lima besar dengan selisih 0,389 detik dari Quiles.

Berikut hasil 10 besar sesi Practice Moto3 Qatar:

Posisi Pembalap Selisih
1 Maximo Quiles 2:03.172
2 David Almansa +0.200
3 David Munoz +0.271
4 Hakim Danish +0.328
5 Veda Ega Pratama +0.389
6 Rico Salmela +0.440
7 Joel Kelso +0.577
8 Adrian Fernandez +0.753
9 Eddie O’Shea +0.858
10 Joel Esteban +0.874

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi sesi kualifikasi yang berlangsung Sabtu (7/11/2026).

Veda Ega Dihukum Penalti Enam Posisi Start

Di balik hasil positif pada sesi latihan, Veda harus menerima hukuman dari Panel Pengawas Balapan FIM MotoGP.

Menurut keterangan resmi MotoGP, Veda dianggap tidak mengurangi kecepatan ketika bendera kuning dikibarkan di sektor 11 pada sesi FP1.

Dalam situasi tersebut, pembalap diwajibkan memperlambat laju motor karena terdapat potensi bahaya di lintasan.

Namun, Veda justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadinya ketika sinyal bendera kuning sedang berlaku.

Pelanggaran itu menjadi yang kedua bagi Veda sepanjang musim 2026. Sebelumnya, ia juga pernah melakukan pelanggaran terkait bendera kuning ketika menjalani sesi di Motegi, Jepang.

Karena merupakan pelanggaran kedua, FIM MotoGP Stewards Panel menjatuhkan hukuman turun enam posisi start untuk balapan utama Qatar.

Artinya, hasil kualifikasi Veda nantinya akan dikurangi enam posisi ketika menentukan posisi start pada Minggu.

Sebagai contoh, jika Veda berhasil meraih pole position, ia tetap harus memulai balapan dari posisi ketujuh.

Honda Team Asia Tetap Dukung Veda

Pihak Honda Team Asia memberikan respons terhadap hukuman yang diterima pembalap mudanya tersebut.

Tim menyampaikan bahwa penalti itu harus menjadi pelajaran bagi Veda untuk lebih memperhatikan aturan keselamatan selama berada di lintasan.

Melalui pernyataan di media sosial, Honda Team Asia menegaskan dukungannya terhadap pembalap Indonesia tersebut.

“Kami mengambil pelajaran, tetap fokus dan kembali lebih kuat. Ini waktunya untuk berjuang lagi!” demikian pesan Honda Team Asia.

Dukungan tersebut menjadi penting bagi Veda yang tengah menjalani musim debutnya di kelas Moto3.

Meski masih berstatus rookie, ia telah menunjukkan kemampuan bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.

Modal Podium Kedua di Moto3 Malaysia

Veda datang ke Qatar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan hasil impresif pada Moto3 Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026).

Dalam balapan tersebut, Veda berhasil finis di posisi kedua setelah memulai lomba dari urutan kedelapan.

Pembalap berusia 17 tahun itu harus berjuang melewati sejumlah rival sebelum akhirnya mengamankan podium.

Maximo Quiles keluar sebagai pemenang, sedangkan Alvaro Carpe menyelesaikan balapan di posisi ketiga.

Salah satu momen paling menarik terjadi pada lap terakhir ketika Veda terlibat persaingan ketat dengan Carpe dan Hakim Danish untuk memperebutkan posisi kedua.

Veda sempat kehilangan posisi runner-up setelah disalip Carpe. Namun, pembalap Indonesia tersebut mampu melakukan serangan balik dan kembali merebut posisi kedua.

Mengutip laporan resmi MotoGP, hasil tersebut merupakan podium kedua Veda sepanjang musim 2026 setelah sebelumnya finis ketiga di Grand Prix Brasil.

Veda Ega Naik ke Peringkat Ketujuh Klasemen Moto3

Keberhasilan meraih podium di Malaysia memberikan tambahan 20 poin bagi Veda.

Berdasarkan klasemen setelah Moto3 Malaysia, Veda menempati posisi ketujuh dengan koleksi 131 poin.

Sementara itu, Maximo Quiles semakin kokoh di puncak klasemen dengan 376 poin setelah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026.

Berikut gambaran persaingan papan atas klasemen setelah GP Malaysia:

Posisi Pembalap Poin
1 Maximo Quiles 376
2 David Almansa Belum terkonfirmasi
3 Brian Uriarte 205
4 Alvaro Carpe 205
7 Veda Ega Pratama 131

Bagi Veda, posisi ketujuh menjadi pencapaian penting dalam musim debutnya. Ia masih memiliki kesempatan menambah poin dalam beberapa seri tersisa.

Jadwal Moto3 Qatar 2026

Persaingan Moto3 Qatar berlanjut pada Sabtu dan Minggu, 7–8 November 2026.

Sesi kualifikasi akan berlangsung pada Sabtu, sedangkan balapan utama dijadwalkan pada Minggu di Sirkuit Internasional Lusail.

Jadwal penting Veda Ega Pratama:

  • Sabtu, 7 November: Kualifikasi Moto3 Qatar, mulai pukul 20.50 WIB.
  • Minggu, 8 November: Balapan utama Moto3 Qatar.

Veda diharapkan mampu mencatatkan hasil kualifikasi yang kompetitif untuk mengurangi dampak hukuman enam posisi start.

Dengan modal podium kedua di Sepang dan hasil lima besar pada sesi Practice Qatar, pembalap Indonesia itu memiliki kesempatan kembali bersaing di kelompok depan.

Kini, perhatian penggemar balap motor Indonesia tertuju pada kemampuan Veda menghadapi tantangan di Lusail. Mampukah ia kembali naik podium meski harus memulai balapan enam posisi lebih belakang dari hasil kualifikasinya?