Home / Pemerintahan

Selasa, 12 April 2016 - 16:25 WIB

Dinsos: Jika Ada Warga Dipasung Laporkan

PROGRES,id. BENTENG – Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) meminta warga di daerah tersebut melaporkan jika masih ditemukan ada warga yang dipasung karena menderita gangguan jiwa.

Data Dinosaketrans Kabupaten Bengkulu Tengah menyebutkan, pada tahun 2013 terdapat sekitar 5 warga yang dipasung karena menderita gangguan kejiwaan.

Rata-rata mereka dipasung oleh keluarganya, lantaran pihak keluarga tak memiliki cukup biaya untuk membawa mereka berobat.

Tahun ini Dinsosnaketrans meminta hal tersebut tidak terjadi lagi dan mengimbau warga segera melapor ke pihaknya jika masih ditemui ada warga yang dipasung.

Kepala Dinsosnaketrans Benteng, Hasan Basri mengatakan sebisa mungkin pihaknya akan berupaya mengurangi budaya pasung di Benteng.

“Kepada masyarakat kami harapkan hilangkan budaya pasung di kabupaten ini karena itu melanggar aturan, jika ada keluarga yang mengalami gangguan jiwa jangan malu untuk melapor kepada kami,” tegas Hasan.

Larangan atau pelepasan pemasungan orang dengan gangguan jiwa merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan program Kementerian Sosial Republik Indonesia, yakni Indonesia Bebas Pasung 2015. Pemasungan dinilai menciderai hak asasi manusia. Oleh karena itu, warga yang mengalami gangguan tersebut harus dibebaskan dari pasung dan diberi perawatan yang layak.(hd)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

6 Negara Sahabat Akan Meriahkan Festival Bumi Rafflesia

Pemerintahan

Vaksinasi HPR di Rejang Lebong Habiskan 14 Ribu Dosis

Agrikultur

Populasi Sapi Indonesia Mencapai 14,6 juta Ekor

Pemerintahan

200 Pelanggan PDAM Seluma Masih Tunggak Pembayaran

Pemerintahan

Baru 76 Desa Serahkan SPPD Pencairan ADD dan DD
KPID jabar

Berita Utama

Meski Diprotes, KPID Jabar Tetap Batasi Waktu Siar 17 Lagu Asing

Berita Utama

Jakarta Berlakukan Car Free Night Pada Malam Pergantian Tahun Mendatang

Pemerintahan

Kembalikan Ideologi Bangsa, Jokowi Buat Unit Pemantapan Pancasila
error: Konten ini dirpoteksi !!