PROGRES.ID – Pekan Antariksa Dunia 2026 dimana? Pertanyaan ini banyak dicari seiring berlangsungnya World Space Week 2026 yang tahun ini mengangkat tema “Rocket Revolution”. Lantas, di mana Pekan Antariksa Dunia 2026 digelar dan apa saja kegiatannya?

Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week 2026 berlangsung secara global pada 4-10 Oktober 2026. Jadi, peringatannya bukan berlangsung di satu negara atau satu lokasi saja, melainkan dirayakan melalui berbagai kegiatan di berbagai negara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui laman resminya menyebut World Space Week merupakan peringatan tahunan untuk merayakan kontribusi sains dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia. Pada 2026, tema yang diangkat adalah “Rocket Revolution” atau Revolusi Roket.

Pekan Antariksa Dunia 2026 Dimana?

Jawaban singkatnya, Pekan Antariksa Dunia 2026 digelar secara global pada 4-10 Oktober 2026. Tidak ada satu lokasi pusat karena kegiatan World Space Week diselenggarakan oleh berbagai lembaga, sekolah, universitas, komunitas astronomi, museum, perusahaan, hingga lembaga antariksa di banyak negara.

World Space Week Association menyebut peringatan ini telah berkembang menjadi perayaan global. Situs resminya mencatat lebih dari 50.000 kegiatan dan keterlibatan lebih dari 100 negara sepanjang penyelenggaraannya.

Dengan demikian, ketika muncul pertanyaan “Pekan Antariksa Dunia 2026 dimana?”, jawabannya adalah di berbagai lokasi di seluruh dunia, bukan hanya di satu kota.

Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia Digelar Dimana?

Di Indonesia, salah satu kegiatan yang bertepatan dengan momentum World Space Week 2026 berlangsung di Jakarta, melalui Pekan Astronomi Jakarta 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Menurut laporan detikNews, rangkaian Pekan Astronomi Jakarta berlangsung pada 6-10 Oktober 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain pameran astronomi, planetarium mini, peneropongan Matahari, eksperimen roket air, dan talkshow astronomi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana semangat World Space Week diterjemahkan ke dalam aktivitas edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Jadwal kegiatan di Jakarta

Beberapa agenda yang diberitakan meliputi:

  • Pameran Astronomi: 6-10 Oktober 2026
  • Planetarium Mini: 6-9 Oktober 2026
  • Peneropongan Matahari: 6-10 Oktober 2026
  • Eksperimen Roket Air: 6-9 Oktober 2026
  • Talkshow Astronomi: 10 Oktober 2026

RRI juga melaporkan Pekan Astronomi Jakarta sebagai bagian dari kegiatan yang membawa semangat tema Rocket Revolution ke ruang edukasi melalui eksperimen roket air dan talkshow.

Apa Tema Pekan Antariksa Dunia 2026?

Tema Pekan Antariksa Dunia 2026 adalah “Rocket Revolution”.

PBB menjelaskan tema tersebut menyoroti perubahan cepat dalam teknologi peluncuran antariksa. Akses menuju ruang angkasa yang sebelumnya sangat bergantung pada program pemerintah kini semakin terbuka melalui perusahaan peluncuran komersial, roket yang dapat digunakan kembali, tim universitas, startup, dan aktor baru dalam industri antariksa.

Tema ini bukan sekadar membahas bagaimana roket dibuat semakin besar atau cepat. Revolusi tersebut juga berkaitan dengan biaya peluncuran, frekuensi penerbangan ke orbit, teknologi reusable rocket, dan semakin banyaknya pihak yang dapat mengakses antariksa.

Space.com melaporkan bahwa World Space Week 2026 menempatkan perkembangan kendaraan peluncur baru dan teknologi roket yang dapat digunakan kembali sebagai bagian penting dari perubahan industri antariksa.

Sementara itu, laporan Reuters yang dimuat The Economic Times menyebut World Space Week 2026 berlangsung 4-10 Oktober dengan tema “Rocket Revolution”, dengan berbagai kegiatan seperti pameran dan proyek STEM untuk mengenalkan perkembangan antariksa kepada masyarakat.

Mengapa Pekan Antariksa Dunia Diperingati 4-10 Oktober?

Tanggal 4-10 Oktober dipilih karena berkaitan dengan dua tonggak penting sejarah antariksa.

Pada 4 Oktober 1957, Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1, satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak utama dimulainya era eksplorasi antariksa.

Kemudian pada 10 Oktober 1967, Outer Space Treaty mulai berlaku. Perjanjian tersebut menjadi salah satu dasar hukum internasional mengenai eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa.

PBB kemudian menetapkan World Space Week melalui Resolusi Majelis Umum PBB 54/68 pada 6 Desember 1999. Tujuannya antara lain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat teknologi antariksa, mendukung pendidikan, serta mendorong kerja sama internasional.

Apa Tujuan Pekan Antariksa Dunia?

World Space Week bukan sekadar perayaan bagi para astronom atau ilmuwan. Peringatan ini juga ditujukan kepada masyarakat luas.

Beberapa tujuan utamanya adalah:

  1. Mengedukasi masyarakat tentang sains dan teknologi antariksa.
  2. Mendorong minat generasi muda terhadap bidang STEM, yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika.
  3. Mengenalkan manfaat teknologi antariksa dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mendorong dukungan publik terhadap program keantariksaan.
  5. Memperkuat kerja sama internasional dalam bidang antariksa.

PBB menempatkan World Space Week sebagai salah satu sarana untuk menginspirasi generasi masa depan sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap aktivitas antariksa.

Mengapa “Rocket Revolution” Penting bagi Kehidupan di Bumi?

Perkembangan teknologi roket mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun, perubahan dalam teknologi peluncuran dapat berdampak pada berbagai layanan yang digunakan masyarakat.

Semakin mudah dan murah satelit dikirim ke orbit, semakin besar pula peluang berkembangnya layanan berbasis satelit. Teknologi tersebut antara lain digunakan untuk komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan Bumi, konektivitas, penelitian, dan mitigasi bencana.

Karena itu, “Rocket Revolution” tidak hanya berbicara tentang perjalanan manusia ke luar angkasa. Tema tersebut juga berkaitan dengan bagaimana teknologi antariksa dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kehidupan di Bumi.