PROGRES.ID – Meta Platforms Inc. mempercepat strategi monetisasi kecerdasan buatan (AI) melalui peluncuran Muse, agen AI personal yang dirancang bukan sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna.
Peluncuran Muse menjadi langkah penting bagi Meta Platforms dalam mengembangkan sumber pendapatan baru di luar bisnis iklan yang selama ini menjadi penopang utama perusahaan.
Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026. Perusahaan menyebut agen AI tersebut dapat membantu pengguna mengerjakan tugas, menyusun rencana, menggunakan browser, mengisi formulir, hingga melakukan transaksi dengan persetujuan pengguna. Muse tersedia melalui aplikasi khusus dan WhatsApp, dengan peluncuran awal di Amerika Serikat.
Peluncuran tersebut juga mulai mendapat respons positif dari pasar. Pada perdagangan Senin (21/9/2026), saham Meta melonjak 11,4 persen setelah investor merespons perkembangan Muse dan prospek monetisasi AI perusahaan.
Muse AI Bukan Sekadar Chatbot
Berbeda dari chatbot AI konvensional yang terutama memberikan jawaban berdasarkan perintah pengguna, Muse dirancang untuk menjalankan pekerjaan secara langsung.
Menurut Meta, pengguna dapat memberikan tujuan tertentu kepada Muse, kemudian agen tersebut membantu menyusun langkah dan menjalankan tugas secara mandiri. Muse juga dapat bekerja setelah aplikasi ditutup dan kembali meminta persetujuan ketika diperlukan, misalnya sebelum mengirim email atau melakukan pembelian.
Teknologi tersebut ditopang Muse Spark, model AI Meta yang dikembangkan untuk kebutuhan pekerjaan berbasis agen atau agentic AI.
Meta juga membangun Muse Secure VM, lingkungan komputer virtual khusus tempat agen dan data pengguna dijalankan. Perusahaan mengatakan pengguna tetap dapat menentukan aplikasi apa saja yang boleh diakses Muse dan tingkat kewenangan yang diberikan.
Kemampuan tersebut menjadi bagian dari visi CEO Meta Mark Zuckerberg untuk mengembangkan AI personal yang dapat membantu pengguna dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Meta Mulai Diversifikasi Pendapatan
Selama ini, bisnis Meta masih sangat bergantung pada iklan digital. Dalam laporan keuangan kuartal II 2026, Meta mencatat pendapatan US$60,80 miliar, tumbuh 28 persen secara tahunan.
Dari total tersebut, pendapatan iklan mencapai US$59,36 miliar. Sementara itu, pendapatan dari kategori lain hanya sekitar US$1,01 miliar dan Reality Labs mencatat US$431 juta.
Struktur tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan Meta terhadap bisnis periklanan, meskipun perusahaan terus mengembangkan berbagai lini baru.
AI kini menjadi salah satu jalur yang diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan tersebut. Selain Muse, Meta juga mulai memperkenalkan layanan berlangganan Meta One untuk pengguna individu, kreator, dan bisnis.
Meta One menawarkan akses AI yang lebih besar, fitur tambahan pada Facebook, Instagram, WhatsApp, serta sejumlah perangkat untuk kreator dan pelaku usaha. Perusahaan menyatakan lebih dari 15 juta langganan dan uji coba telah tercatat hingga pertengahan September 2026.
Model Langganan Jadi Kunci Monetisasi AI
Strategi monetisasi Meta tidak hanya bergantung pada iklan yang muncul di platform. Perusahaan mulai membangun model subscription dengan berbagai tingkatan layanan.
Untuk Meta One, harga yang diumumkan Meta dimulai dari US$2,99 per bulan untuk paket aplikasi tertentu. Paket individu dengan fitur AI lebih luas tersedia mulai US$7,99 per bulan, sedangkan paket Premium dibanderol US$19,99 per bulan.
Meta juga menyediakan paket khusus kreator dan bisnis dengan harga mulai US$14,99 hingga US$499 per bulan, tergantung tingkat layanan yang digunakan.
Sementara untuk Muse, Meta menyatakan layanan dasarnya tersedia secara gratis, dengan paket berlangganan bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar. Struktur ini membuka peluang bagi Meta untuk mengubah penggunaan AI menjadi pendapatan berulang.
Tantangan Besar: Belanja Infrastruktur AI
Di balik peluang monetisasi tersebut, Meta menghadapi kebutuhan investasi yang sangat besar untuk membangun infrastruktur AI.
Meta memperkirakan belanja modal atau capital expenditure sepanjang 2026 berada pada kisaran US$130 miliar hingga US$145 miliar. Pada kuartal II saja, belanja modal perusahaan mencapai US$31,08 miliar.
Investasi tersebut mencakup kebutuhan infrastruktur komputasi yang menopang pengembangan dan pengoperasian model AI, termasuk pusat data dan perangkat keras.
Beban investasi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor karena manfaat ekonomi dari AI membutuhkan waktu untuk terealisasi. Meta harus membuktikan bahwa peningkatan kapasitas AI dapat menghasilkan pendapatan yang cukup untuk mendukung biaya infrastruktur tersebut.
Saham META Mendapat Respons Positif
Perkembangan Muse memberikan respons langsung dari pasar saham. Pada Senin (21/9/2026), saham Meta ditutup melonjak 11,4 persen. Kenaikan tersebut membuat saham Meta menjadi salah satu penggerak utama reli saham teknologi AS pada hari itu.
Sejumlah analis juga melihat kemampuan monetisasi AI sebagai faktor yang dapat memengaruhi prospek Meta.
Namun, kenaikan harga saham tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh risiko bisnis telah terselesaikan. Meta masih harus meningkatkan penggunaan Muse, mempertahankan kepercayaan pengguna, memperluas integrasi dengan layanan pihak ketiga, dan membuktikan kemampuan AI menghasilkan pendapatan dalam skala besar.
Dengan demikian, Muse menjadi bagian penting dari transformasi bisnis Meta: dari perusahaan yang terutama mengandalkan iklan digital menuju perusahaan yang juga berupaya memperoleh pendapatan dari layanan AI dan langganan.
Keberhasilan strategi tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada seberapa banyak pengguna bersedia membayar untuk kemampuan AI yang lebih luas dan seberapa efektif Meta mengubah basis pengguna miliaran orang menjadi sumber pendapatan baru.

Komentar