Kisah Mirna: Pinjam Rp3 Juta untuk DP Mobil, Tergulung Utang Jadi Rp60 Juta dalam 4 Bulan

favicon progres.id
ilustrasi perempuan pusing stres
Ilustrasi seorang perempuan sedang stres memikirkan hidupnya (Gemini AI)

PROGRES.ID – Kisah pilu seorang wanita bernama Mirna kembali menjadi sorotan publik setelah viral di TikTok. Berawal dari pinjaman online (pinjol) sebesar Rp3 juta untuk menutup kekurangan uang DP mobil, utang Mirna justru membengkak hingga mencapai Rp60 juta hanya dalam waktu empat bulan.

Cerita ini sebenarnya sudah pernah diberitakan pada tahun 2023, namun baru-baru ini diangkat kembali oleh akun TikTok Khalisa Melia pada 2025, hingga membuat banyak warganet ikut prihatin.

Awal Kehidupan Mirna dan Suami

Mirna dan suaminya merupakan pasangan muda perantau. Sang suami bekerja di sebuah pabrik, sementara Mirna membuka warung kecil di rumah. Keduanya sepakat menunda memiliki anak demi fokus menabung untuk membeli rumah dan kendaraan.

“Kami memang bertekad sebelum punya anak, harus punya rumah dan mobil dulu. Setelah berhasil DP rumah subsidi, aku buka warung kecil di rumah itu. Rasanya bahagia sekali, satu per satu mimpi kami mulai tercapai,” kenang Mirna.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Mereka tergoda untuk membeli mobil agar terlihat sukses di mata lingkungan perantauan, meski sebenarnya kebutuhan belum begitu mendesak.

Awal Mula Terjebak Pinjol

Saat hendak melunasi DP mobil, ternyata tabungan mereka kurang Rp3 juta. Karena ingin proses cepat, Mirna nekat meminjam melalui pinjol.

“Benar-benar keputusan bodoh. Uang tabungan habis untuk DP, sementara cicilan rumah, mobil, dan pinjol menumpuk,” ujar Mirna.

Bunga pinjol yang tinggi dan tempo pelunasan singkat membuat keuangan mereka berantakan. Gaji sang suami tak lagi cukup, hingga akhirnya mereka terpaksa gali lubang tutup lubang dengan meminjam pinjol lain untuk menutup cicilan sebelumnya.

Utang Membengkak Jadi Rp60 Juta

Dalam empat bulan saja, pinjaman awal Rp3 juta berubah menjadi Rp60 juta. Teror dari debt collector pun semakin menghantui, bahkan sampai menghubungi orang tua dan mertua Mirna.

“Stres makin bertambah, apalagi keluarga ikut diteror,” katanya.

Pada akhirnya, mobil yang menjadi alasan awal terjerat pinjol pun disita pihak leasing. Kehilangan harapan, Mirna dan suaminya memutuskan meninggalkan rumah, pekerjaan, serta seluruh perabotan mereka, lalu kabur dari kota tempat mereka merantau.

Editor: Mukhtar Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *