PROGRES.ID — Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kembali terjun bebas hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dalam tiga hari berturut-turut. Penurunan tajam ini terjadi di tengah bantahan resmi dari PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan pengusaha Happy Hapsoro yang dikaitkan dengan emiten jasa angkutan laut tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.26 WIB, saham CBRE anjlok 14,80% ke level Rp1.065 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp8,47 miliar. Antrean jual di harga ARB mencapai 1,17 juta lot, setara dengan nilai Rp124,97 miliar.
Padahal, saham CBRE sempat melesat ke rekor tertingginya di Rp2.000 per saham pada 9 Oktober 2025, setelah sempat anjlok drastis ke Rp13 per saham pada 2024. Kini, saham ini tercatat turun empat hari berturut-turut, dengan tiga hari terakhir menyentuh ARB.
RAJA dan Happy Hapsoro Tegaskan Tidak Ada Kaitan dengan CBRE
Manajemen PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan CBRE maupun pemiliknya. Dalam pernyataan resminya, RAJA menyebut pihaknya selalu menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG), termasuk dalam menjaga transparansi informasi publik.
“Tidak ada hubungan kepemilikan, afiliasi, maupun kerja sama bisnis antara RAJA Group dan/atau Bapak Happy Hapsoro dengan CBRE,” tegas Corporate Secretary RAJA, Yuni Patinasarani, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025) seperti dikutip dari IDXChannel.com.
Yuni juga menegaskan, berdasarkan data BEI dan laporan kepemilikan saham publik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ada dokumen resmi yang menunjukkan keterlibatan RAJA dengan CBRE.
“Kami memahami tingginya perhatian publik, tetapi perlu ditegaskan bahwa tidak terdapat hubungan apa pun antara keduanya,” lanjutnya.
RAJA juga mengimbau agar investor dan publik berhati-hati terhadap informasi spekulatif yang beredar di media sosial atau forum investasi tanpa dasar resmi.
“Penyebutan nama individu tanpa bukti hukum merupakan bentuk disinformasi yang bisa menyesatkan investor,” tegas Yuni.
CBRE Fokus Akuisisi dan Ekspansi Offshore
Menanggapi rumor yang berkembang, manajemen CBRE juga buka suara. Menukil IDXChannel.com, Direktur Utama CBRE, Suminto, menegaskan bahwa perusahaannya tidak memiliki hubungan kerja sama langsung dengan RAJA maupun PTRO.
Sebaliknya, CBRE saat ini tengah fokus menjalankan proses due diligence untuk rencana akuisisi perusahaan market leader di sektor offshore, dengan peluang realisasi lebih dari 50%.
“Investor Indonesia kini jauh lebih cerdas dan rasional. Mereka membuat keputusan berdasarkan aksi korporasi nyata, bukan sekadar mengikuti rumor nama besar,” ujar Suminto dalam keterangan resminya.
Selain itu, Suminto juga mengungkapkan bahwa CBRE sedang menyiapkan pembelian kapal Hilong 106 sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat posisi perusahaan di industri energi lepas pantai.
“Kapal ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi CBRE untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik emiten maupun non-emiten,” jelasnya.
Disclaimer
Keputusan investasi saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan memberikan rekomendasi jual atau beli saham tertentu.












