PROGRES.ID, WASHINGTON – Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico disebut menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan turnamen. Sejumlah laporan menyebut antusiasme wisatawan internasional ke Amerika Serikat melemah, memicu kekhawatiran sektor pariwisata dan perhotelan.
Situasi ini kontras dengan optimisme Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut Piala Dunia dan Olimpiade sebagai momentum besar bagi negaranya.
Hotel Mulai Pangkas Tarif
Menurut sejumlah laporan media internasional, operator hotel di kota-kota tuan rumah mulai menurunkan harga kamar karena permintaan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Perusahaan riset industri perhotelan Co-Star disebut mencatat adanya kekhawatiran dari pelaku usaha hotel terkait ketidakpastian jumlah penonton mancanegara yang akan hadir selama turnamen berlangsung.
Sebelumnya, analisis FIFA memperkirakan turnamen tersebut dapat memberikan dampak ekonomi hingga US$30,5 miliar dan membuka sekitar 185 ribu lapangan kerja, dengan asumsi jutaan wisatawan datang ke Amerika Utara.
Namun kini, proyeksi itu dinilai menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan menurunnya minat perjalanan ke Amerika Serikat.
Biaya Perjalanan dan Tiket Jadi Sorotan
Selain isu minat wisatawan, biaya perjalanan menuju lokasi pertandingan juga menuai perhatian.
Di negara bagian New Jersey, tempat final akan digelar di MetLife Stadium, tarif perjalanan kereta pulang-pergi dilaporkan melonjak tajam dibanding tarif normal harian.
Kenaikan biaya transportasi tersebut memicu kritik dari pejabat lokal yang menilai beban penyelenggaraan tidak seharusnya sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, menyatakan pihaknya tidak ingin masyarakat setempat menanggung dampak finansial jangka panjang dari acara tersebut.
Harga Hotel Dekat Stadion Melonjak
Meski sebagian hotel menurunkan tarif di beberapa kota, penginapan yang berada sangat dekat dengan stadion utama justru dilaporkan memasang harga tinggi.
Di kawasan East Rutherford dan Secaucus yang berdekatan dengan MetLife Stadium, tarif kamar pada akhir pekan pertandingan disebut naik berkali-kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.
Kondisi ini berpotensi membuat wisatawan mencari akomodasi di lokasi yang lebih jauh atau bahkan menunda perjalanan.
Kebijakan Imigrasi dan Citra AS Ikut Disorot
Beberapa analis pariwisata menilai faktor nonekonomi juga berpengaruh terhadap minat kunjungan. Kebijakan imigrasi yang ketat, proses visa, serta citra Amerika Serikat di mata publik internasional disebut menjadi pertimbangan calon penonton luar negeri.
Laporan lain menyebut FIFA dikabarkan mempertimbangkan pembicaraan dengan pemerintah AS terkait kebijakan pemeriksaan imigrasi selama turnamen berlangsung agar arus kedatangan suporter tetap lancar.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan jumlah peserta lebih banyak dan pertandingan tersebar di tiga negara.
Namun, menjelang kick-off, isu biaya mahal, ketidakpastian wisatawan asing, serta tekanan geopolitik membuat turnamen ini menghadapi ujian besar.
Jika jumlah pengunjung internasional tidak sesuai harapan, dampak ekonomi yang sebelumnya diproyeksikan besar bisa jauh di bawah ekspektasi.












