PROGRES.ID – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Julfi Hadi, resmi menyatakan pengunduran diri dari posisi yang ia emban sejak Juni 2023. Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, mengonfirmasi bahwa perseroan telah menerima surat resmi pengunduran diri tersebut.
“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Julfi Hadi selaku Direktur Utama melalui surat tertanggal 25 November 2025, sesuai ketentuan Pasal 9 POJK 33/POJK.04/2014,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025) dinukil dari Kompas.com.
Mengacu pada Pasal 8 ayat (3) aturan yang sama, PGEO diwajibkan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari kalender setelah menerima surat pengunduran diri itu. RUPS tersebut nantinya akan menentukan langkah perusahaan selanjutnya terkait posisi dirut yang ditinggalkan.
Julfi diketahui memimpin PGEO sejak pertengahan 2023 di tengah misi besar perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama energi panas bumi global. Berdasarkan profil resmi perseroan, Julfi berperan dalam strategi memperluas kapasitas terpasang geothermal sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan energi hijau kelas dunia.
Julfi merupakan lulusan University of Texas, El Paso, Amerika Serikat, dengan gelar Master of Science dan Bachelor of Science di bidang Geologi. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Geological Society of America South Central Section atas kualitas penelitiannya.
Berpengalaman lebih dari 35 tahun di industri panas bumi, Julfi mengawali karier sebagai geolog di Amoseas Indonesia. Ia terlibat dalam sejumlah proyek penting, termasuk pengembangan Wayang Windu Unit-2 berkapasitas 110 MW serta proyek Darajat Unit-3 110 MWe.
***












