PROGRES.ID – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan kinerja keuangan yang melonjak tajam hingga September 2025. Hampir seluruh indikator utama—mulai dari pendapatan, laba, EBITDA, hingga total aset—mencatat pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan layanan internet berkecepatan tinggi di Indonesia.
Dalam laporan keuangan terbaru, INET membukukan pendapatan Rp68,60 miliar, naik 195% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp23,28 miliar. Kontributor terbesar berasal dari lini layanan internet yang melejit menjadi Rp67,15 miliar. Perseroan juga mulai mencatatkan pendapatan dari sektor jasa konstruksi senilai Rp1,44 miliar, yang pada tahun sebelumnya belum memberikan kontribusi.
Kenaikan pendapatan tersebut mengerek laba kotor menjadi Rp32,42 miliar, lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Laba usaha juga tumbuh signifikan dari Rp2,49 miliar menjadi Rp25,27 miliar, atau meningkat lebih dari 900% dalam setahun.
Laba bersih ikut terdorong naik menjadi Rp19,37 miliar, jauh di atas perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp2,10 miliar. EBITDA tercatat menanjak tajam hingga Rp35,35 miliar dari Rp4,68 miliar, mencerminkan peningkatan efisiensi dan arus kas operasional yang lebih solid.
Dari sisi neraca, total aset perseroan naik hampir dua kali lipat menjadi Rp454,59 miliar dari posisi akhir 2024 sebesar Rp229,85 miliar. Peningkatan aktivitas usaha turut mendongkrak liabilitas menjadi Rp93,07 miliar dari sebelumnya Rp13,98 miliar. Meski utang bertambah, struktur permodalan INET tetap tergolong konservatif dengan rasio DER sebesar 0,26 kali.
Menukil TvOneNews.com, manajemen menilai tren pertumbuhan tersebut masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2025. “Peningkatan aset dan profitabilitas menjadi indikator kuat bahwa perusahaan sedang berada dalam fase ekspansi,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).
Untuk memperkuat pertumbuhan, INET menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue dengan target perolehan dana hingga Rp3,2 triliun. Langkah ini diproyeksikan menjadi salah satu penghimpunan modal terbesar di sektor infrastruktur telekomunikasi pada tahun ini.
Dalam prospektus, perseroan berencana menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Pemegang saham pengendali, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) yang menguasai 60,62% saham, telah menyatakan komitmen penuh untuk mengambil seluruh haknya, bahkan siap menjadi pembeli siaga jika ada porsi yang tidak terserap investor lain.
Dana hasil rights issue akan diarahkan untuk ekspansi jaringan dan penambahan pelanggan. Sekitar Rp2,8 triliun akan dialokasikan kepada PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk memperluas layanan dan mengejar target dua juta pelanggan baru di wilayah Bali dan Lombok.
Selain itu, Rp213,44 miliar disiapkan untuk PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) guna melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut (IRU) kepada PT Jejaring Mitra Persada (JMP). INET juga menyiapkan Rp135 miliar bagi PT Internet Anak Bangsa (IAB) sebagai modal kerja pembangunan jaringan FTTH di Pulau Jawa.
Perusahaan menegaskan ekspansi jaringan akan diperkuat teknologi Wi-Fi 7 dan infrastruktur fiber berkecepatan tinggi, dengan strategi penetrasi agresif ke segmen pemukiman dan pelanggan bisnis. ***












