Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Masih Sesumbar Menang Perang

favicon progres.id
presiden as donald j trump
Presiden AS Donald J Trump (Foto: AFP/Istimewa)

PROGRES.ID – Presiden Donald Trump menyatakan bahwa konflik militer antara United States, Israel, dan Iran diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat. Dalam konferensi pers pada Senin, Trump juga memprediksi bahwa harga minyak global akan kembali turun setelah sempat melonjak tajam akibat perang tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah harga minyak dunia sempat menembus 100 dolar per barel selama akhir pekan, memicu gejolak di pasar keuangan global.

“Kami membuat kemajuan besar untuk mencapai tujuan militer kami,” kata Trump, sembilan hari setelah operasi militer terhadap Iran dimulai bersama Israel pada 28 Februari.

Trump Klaim Militer Iran Telah Dihancurkan

Berbicara di klub golf miliknya, Trump National Doral di dekat Miami, Trump mengklaim pasukan Amerika telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer Iran.

Ia menyebut lebih dari 50 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan, sementara kekuatan udara serta sistem pertahanan anti-pesawat negara tersebut juga disebut mengalami kerusakan besar.

“Kami telah melumpuhkan seluruh kekuatan mereka dengan sangat tuntas,” ujar Trump.
“Pimpinan mereka sudah tidak ada. Semuanya telah dihancurkan.”

Namun, Trump tidak memberikan rincian jelas mengenai strategi akhir atau bagaimana konflik tersebut akan benar-benar dihentikan.

Perang Disebut Belum Selesai Pekan Ini

Ketika ditanya apakah perang akan berakhir dalam minggu ini, Trump menjawab bahwa konflik tersebut belum akan selesai dalam waktu secepat itu.

“Tidak minggu ini, tetapi sangat segera,” katanya.

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika masih memiliki sejumlah target strategis yang belum diserang, termasuk infrastruktur listrik Iran.

Ancaman ini menunjukkan bahwa operasi militer bisa diperluas jika Washington menganggapnya perlu.

Ancaman di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi

Di sisi lain, seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Strait of Hormuz berisiko menjadi target serangan Iran.

Selat sempit ini merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Analisis energi dari perusahaan konsultan Kpler, Matt Smith, mengatakan saat ini hanya sedikit kapal komersial yang masih berani melintas di jalur tersebut.

Padahal sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati Selat Hormuz setiap hari.

Trump Yakin Pasokan Energi Dunia Akan Lebih Aman

Meski ancaman terhadap jalur energi meningkat, Trump justru menyatakan perang ini pada akhirnya akan membuat pasokan minyak dunia lebih aman.

Ia juga memperingatkan Iran agar tidak mencoba menahan ekspor minyak dari pasar global.

Trump menegaskan bahwa Amerika siap melakukan serangan yang lebih keras jika Iran mengganggu distribusi energi dunia.

“Kami akan menghantam mereka begitu keras sehingga mereka atau siapa pun yang membantu mereka tidak akan mampu memulihkan wilayah itu,” kata Trump.

Syarat Akhir Perang Menurut Trump

Menurut Trump, konflik ini akan benar-benar berakhir ketika Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata terhadap Amerika, Israel, maupun sekutu mereka dalam jangka waktu yang lama.

Dengan eskalasi militer yang masih berlangsung dan ancaman terhadap jalur energi global, situasi di Timur Tengah saat ini masih menjadi perhatian serius bagi pasar energi dan stabilitas geopolitik dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *