Serangan Drone Hizbullah Tewaskan Tentara dan Picu Kerusakan di Permukiman Utara

favicon progres.id
serangan drone Hizbullah hancurkan kendaraan israel
Truk dan kendaraan lainnya terbakar akibat dari ledakan sebuah drone Hizbullah di sebuah kendaraan lapis baja milik tentara pendudukan di pemukiman Shomera. (Foto: Dok. Hizbullah Electronic)

PROGRES.ID – Gelombang kritik dari dalam Israel mencuat di tengah meningkatnya serangan yang diklaim dilakukan oleh Hizbullah di wilayah perbatasan Lebanon Selatan. Platform media Ibrani Hadashot Bizman menggambarkan situasi pasukan di lapangan dengan nada keras, menyebut para tentara “seperti sasaran empuk” di tengah intensitas serangan yang terus berlanjut.

Dalam unggahannya, platform tersebut juga mempertanyakan klaim otoritas militer yang menyebut wilayah utara telah aman dan kekuatan Hizbullah telah dilemahkan. Mereka menyoroti jumlah serangan yang berhasil dilakukan kelompok tersebut, termasuk kerusakan pada kendaraan lapis baja hingga pembatalan operasi militer yang sebelumnya direncanakan.

Di sisi lain, media Ibrani melaporkan jatuhnya korban di pihak militer Israel. Seorang tentara dilaporkan tewas akibat ledakan drone bermuatan bahan peledak di sebuah pos militer di Lebanon selatan pada pagi hari. Selain itu, beberapa tentara lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua orang dalam kondisi serius.

Identitas korban tewas disebut sebagai Sersan Lem Ben Hamo, yang berasal dari Herzliya dan bertugas di Batalyon 13 Brigade Golani. Ia menjadi tentara ketiga yang dilaporkan tewas dalam beberapa hari terakhir akibat serangan drone di wilayah tersebut.

Serangan tidak hanya terjadi di area perbatasan, tetapi juga berdampak hingga wilayah permukiman di utara Israel. Sebuah drone yang diluncurkan Hizbullah dilaporkan menghantam kendaraan lapis baja di permukiman Shomera, memicu kebakaran yang menghanguskan sebuah truk dan kendaraan lainnya.

Selain itu, sebuah rumah di permukiman yang sama dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan drone pada pagi hari. Insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran warga setempat terkait keamanan di kawasan utara yang berbatasan langsung dengan Lebanon.

Situasi ini menambah tekanan terhadap pemerintah Israel, khususnya di tengah kritik publik terhadap kebijakan keamanan dan klaim keberhasilan operasi militer di wilayah utara. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari militer Israel terkait perkembangan terbaru di lapangan.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel pun masih terus berlangsung, dengan potensi eskalasi yang belum menunjukkan tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *