Kementerian Kesehatan Israel Sebut 2.339 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit Sejak Awal Perang

favicon progres.id
bandara bengurion tel aviv terbakar
Bandara terbesar di Israel, Ben Gurion terbakar hebat usai rudal Iran menghantamnya (Foto: Screenshot video)

PROGRES.ID – Pemerintah Israel melaporkan bahwa sebanyak 2.339 orang harus dibawa ke rumah sakit dengan berbagai kondisi sejak pecahnya konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Data tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Israel pada Selasa (10/03/2026) seperti disampaikan The Times of Israel. Jumlah warga yang dibawa ke rumah sakit itu mencakup warga sipil maupun personel militer yang harus mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit.

Menurut laporan resmi, 95 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk satu pasien yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Selain itu, dalam 24 jam terakhir saja tercatat sedikitnya 191 korban luka baru yang dirawat akibat dampak serangan dalam konflik yang terus meningkat.

Konflik Iran–Israel Picu Eskalasi di Timur Tengah

Ketegangan di kawasan meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi militer bersama terhadap Iran pada akhir Februari.

Serangan tersebut memicu balasan besar-besaran dari Iran yang menggunakan rudal balistik dan drone untuk menargetkan berbagai wilayah yang dianggap terkait dengan kepentingan militer Amerika.

Sejumlah negara di kawasan juga terdampak serangan balasan tersebut.

Selain Israel, target serangan Iran dilaporkan mencakup Irak, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat

Iran Laporkan Ribuan Korban di Dalam Negeri

Berbeda dengan Israel dan AS yang banyak memodifikasi data kematian dan korban luka atau sensor militer, otoritas Iran melaporkan jumlah korban secara riil dan tentu jumlahnya jauh lebih besar akibat serangan awal yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Menurut data yang dirilis pemerintah Iran, sekitar 1.300 orang dilaporkan tewas, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Selain korban meninggal, lebih dari 10.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan yang terjadi di berbagai wilayah Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *