Hari Kelam bagi Angkatan Udara AS dan Israel: Dalam Sehari Iran Tembak Jatuh Jet Tempur, Rudal, dan Drone

favicon progres.id
warthog a-10
Pesawat serang Warthog A-10

PROGRES.ID – Angkatan bersenjata Iran mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh sedikitnya dua jet tempur, serta sejumlah rudal dan drone dalam satu hari, dalam peristiwa yang mereka sebut sebagai “hari kelam” bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel, yakni Jumat (3/4/2026).

Dalam pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyebut serangkaian pencegatan terjadi di beberapa provinsi di Iran.

Menurut IRGC, dua rudal jelajah berhasil dihancurkan di wilayah udara Khomein dan Zanjan. Selain itu, dua drone tempur MQ-9 dilaporkan ditembak jatuh di wilayah Isfahan, sementara satu drone Hermes dihancurkan di langit Bushehr.

IRGC menyatakan bahwa seluruh pencegatan tersebut dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara terbaru yang terintegrasi dengan jaringan pertahanan udara nasional Iran.

Dalam insiden terpisah yang disebut cukup signifikan, pasukan pertahanan udara Iran juga mengklaim berhasil menghancurkan satu jet tempur canggih milik musuh di wilayah Iran bagian tengah. Pencarian terhadap pilot pesawat tersebut dilaporkan masih berlangsung setelah pilot disebut tidak berhasil keluar dengan selamat.

Pada hari yang sama, Angkatan Darat Iran juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara negara itu menembak jatuh pesawat serang A-10 Warthog milik Amerika Serikat di wilayah perairan selatan Iran, dekat Selat Hormuz. Pesawat tersebut dilaporkan terdeteksi oleh radar pertahanan udara sebelum akhirnya ditembak dan jatuh ke perairan Teluk Persia.

IRGC menyatakan bahwa kemampuan pertahanan udara Iran terus meningkat di tengah konflik yang masih berlangsung dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel. Mereka menegaskan bahwa wilayah udara Iran akan semakin berbahaya bagi pesawat tempur musuh.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, Iran telah melancarkan puluhan gelombang serangan balasan dalam Operasi True Promise 4 yang menargetkan fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.

Militer Iran juga mengklaim telah menembak jatuh sejumlah pesawat tempur keluarga F milik Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk F-15, F-16, dan F-18, menggunakan sistem pertahanan udara terintegrasi yang disebut telah mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu, sistem pertahanan Iran juga dilaporkan telah menghancurkan lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat yang selama ini digunakan untuk misi pengintaian dan serangan. Hingga saat ini, Iran mengklaim jumlah total drone yang berhasil ditembak jatuh telah melampaui 150 unit sejak konflik berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *