Prancis Kecam Serangan Israel di Lebanon, Inggris Desak Gencatan Senjata Diperluas

favicon progres.id
beirut lebanon
Kondisi pascaserangan Israel di Beirut, Lebanon yang menyasar gedung-gedung sipil (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Prancis mengecam keras serangan terbaru Israel di Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil, sementara Inggris mendesak agar Lebanon dimasukkan dalam cakupan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyebut serangan tersebut “tidak dapat diterima” karena berpotensi merusak gencatan senjata sementara yang baru dicapai antara Washington dan Teheran.

“Serangan ini semakin tidak dapat diterima karena berisiko melemahkan gencatan senjata sementara yang disepakati kemarin antara Amerika Serikat dan Iran,” ujar Barrot dalam wawancara dengan France Inter.

Pernyataan itu muncul sehari setelah serangan Israel menghantam sejumlah wilayah di Lebanon pada Rabu. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Sejak pecahnya konflik besar antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada akhir Februari, serangan lintas batas ke Lebanon meningkat tajam. Sebelum konflik ini, Israel juga telah berulang kali dituduh melanggar kesepakatan gencatan senjata 2024 dengan Hezbollah.

Gencatan senjata sementara selama 15 hari antara Iran dan Amerika Serikat diumumkan pada Rabu, dengan mediasi Pakistan. Salah satu poin penting yang disebut dalam kesepakatan adalah penghentian serangan di Lebanon.

Namun, serangan terbaru Israel memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut terancam goyah. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Hezbollah akan dianggap sebagai serangan terhadap Iran dan menyebut sedang menyiapkan respons yang “akan disesali” pihak lawan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan London ingin Lebanon secara tegas dimasukkan dalam cakupan gencatan senjata.

“Kami ingin melihat gencatan senjata ini diperluas ke Lebanon. Saya sangat prihatin dengan meningkatnya serangan Israel di Lebanon kemarin,” kata Cooper kepada Sky News.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut telah memicu dampak kemanusiaan serius, termasuk gelombang besar pengungsian warga sipil.

Ketegangan di Lebanon kini menjadi salah satu ujian utama bagi keberlangsungan gencatan senjata regional, di tengah kekhawatiran konflik bisa kembali meluas kapan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *