PROGRES.ID, WASHINGTON – Sebuah laporan media Inggris menuduh pemerintah Amerika Serikat menutup-nutupi besarnya kerugian militer yang dialami selama konflik dengan Iran. Kerugian itu disebut mencapai miliaran dolar akibat serangan rudal presisi dan drone balasan dari Teheran.
Media Daily Mail dalam laporan terbarunya menyatakan citra satelit terbaru menunjukkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak sepenuhnya terbuka soal skala kerusakan yang terjadi di pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Menurut laporan tersebut, sejak dimulainya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Teheran membalas dengan menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk Persia melalui gelombang serangan rudal dan drone.
Iran Disebut Sasar Sistem Kunci Militer AS
Daily Mail menyebut strategi Iran tidak berfokus menyerang pesawat tempur atau pembom, melainkan melumpuhkan sistem komando dan kendali militer Amerika Serikat, termasuk radar serta pertahanan udara.
Media itu menilai kerusakan pada peralatan strategis bernilai tinggi inilah yang tidak dijelaskan secara terbuka oleh Washington.
Laporan tersebut diklaim disusun melalui analisis citra satelit Eropa, data pelacakan penerbangan terbuka, dokumentasi lapangan, serta gambar yang dirilis media pemerintah Iran.
Pangkalan Saudi Jadi Sorotan
Salah satu lokasi yang disorot adalah Prince Sultan Air Base di Arab Saudi, yang disebut menjadi salah satu pangkalan utama AS untuk operasi kawasan.
Menurut laporan itu, pada 27 Maret pangkalan tersebut terkena serangan yang diduga menghancurkan satu pesawat AWACS serta merusak sejumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar udara KC-135.
Daily Mail mengklaim citra sebelum dan sesudah serangan menunjukkan bekas terbakar di landasan serta hilangnya bagian penting pesawat.
Jika benar, nilai kerugian satu pesawat AWACS diperkirakan mencapai US$724 juta, sementara pengganti satu KC-135 modern bisa menelan biaya hingga US$240 juta.
Klaim Kerugian Tembus Miliaran Dolar
Media tersebut memperkirakan hanya dari satu pangkalan dalam satu hari, Amerika Serikat berpotensi kehilangan perlengkapan militer senilai lebih dari US$1 miliar.
Laporan itu juga menyebut hingga pertengahan April, AS diduga kehilangan sedikitnya 39 pesawat militer dan 10 lainnya mengalami kerusakan.
Selain itu, Iran diklaim berhasil menembak jatuh drone pengintai MQ-4C Triton yang nilainya diperkirakan antara US$200 juta hingga US$250 juta.
Jet Tempur Siluman Juga Disebut Terdampak
Dalam laporan tersebut, jet tempur siluman F-35 Lightning II disebut mengalami kerugian tempur pertama setelah terkena serangan pertahanan udara Iran.
Selain itu, Iran juga mengklaim menembak jatuh sejumlah pesawat lain, termasuk F-15, F-16, F/A-18, serta lebih dari 160 drone Amerika Serikat dan Israel selama perang berlangsung.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari United States Department of Defense terkait angka kerugian maupun rincian kerusakan yang disebut dalam laporan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat juga belum menanggapi tuduhan bahwa mereka membatasi publikasi citra satelit dari kawasan konflik.
Laporan ini menambah sorotan terhadap besarnya dampak konflik kawasan dan memunculkan pertanyaan soal transparansi informasi militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.












