Analis Militer Israel: Kesepakatan dengan Iran Dinilai Merugikan, Tel Aviv Terancam Kalah di Dua Front

favicon progres.id
tentara israel lari
Ilustrasi sebuah momen tentara israel menggendong rekannya yang terluka saat perang melawan Hizbullah (Dok. Telegram Hizbullah)

PROGRES.ID – Kesepakatan yang sedang dibahas antara Israel dan Iran menuai kritik dari kalangan analis keamanan Israel. Analis militer Israel, Avi Ashkenazi, menilai hasil yang mengarah pada kompromi dengan Teheran justru memperlihatkan posisi Iran sebagai pihak yang paling diuntungkan dalam konflik tersebut.

Dalam analisanya, Ashkenazi menyebut banyak kalangan di Israel memandang kesepakatan yang muncul saat ini sebagai hasil yang tidak menguntungkan bagi Tel Aviv. Menurutnya, jika Iran berhasil keluar dari konflik dengan kemampuan strategis yang tetap terjaga, maka negara tersebut berpotensi melakukan pemulihan militer dalam waktu relatif singkat.

Ia menilai keberlangsungan infrastruktur pertahanan dan serangan Iran akan memungkinkan Teheran membangun kembali kekuatan militernya, sekaligus memperkuat dukungan terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan, termasuk di Gaza dan Lebanon.

Ashkenazi memperingatkan bahwa perkembangan tersebut dapat mengubah keseimbangan kekuatan regional dan menciptakan tantangan baru bagi Israel di masa mendatang.

Menurutnya, Lebanon akan menjadi ujian paling nyata bagi kebijakan keamanan Israel setelah perkembangan terbaru terkait Iran. Situasi di perbatasan utara dinilai akan menunjukkan sejauh mana pemerintah Israel mampu mempertahankan strategi militernya atau kembali mengikuti tekanan diplomatik dari Amerika Serikat.

Analis tersebut juga menyinggung peran Presiden AS Donald Trump dalam proses pengambilan keputusan terkait kawasan. Ia mempertanyakan apakah Israel akan kembali menyesuaikan langkahnya dengan kebijakan Washington sebagaimana yang terjadi dalam sejumlah perkembangan terakhir.

Jika hal itu kembali terjadi, Ashkenazi menilai Israel berisiko mengalami kegagalan strategis di dua arena sekaligus, yakni Iran dan Lebanon.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya perdebatan di Israel mengenai efektivitas strategi yang ditempuh pemerintah dalam menghadapi dinamika keamanan regional yang terus berkembang, terutama setelah munculnya peluang kesepakatan dan jalur diplomasi dengan Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *