Israel Klaim Maju hingga Sungai Litani, Namun Serangan ke Permukiman Utara Justru Meningkat

favicon progres.id
drone Hizbullah menghancurkan tentara zionis
Detik-detik tentara Israel jadi target drone FVP Hizbullah (Foto: Tangkapan Layar video Hizbullah)

PROGRES.ID – Militer Israel mengumumkan keberhasilannya mencapai area sekitar Benteng Yuhmor al-Shaqif di tepi Sungai Litani, Lebanon selatan, setelah tiga bulan operasi darat dan pengeboman intensif dalam konflik terbaru dengan Hezbollah.

Berdasarkan informasi yang beredar dari sumber-sumber Lebanon, pasukan Israel disebut berhasil menempuh jarak sekitar lima kilometer dari kawasan Metula menuju area benteng bersejarah tersebut, lokasi yang pernah ditinggalkan Israel pada tahun 2000 setelah penarikan pasukan dari Lebanon selatan.

Laporan awal menyebut infiltrasi dilakukan oleh unit infanteri dari arah timur setelah kendaraan lapis baja Israel mengalami kesulitan menembus jalur dari wilayah Yuhmor. Kendala itu terjadi meski militer Israel telah melancarkan ratusan serangan udara di sepanjang koridor operasi dari Zawtar hingga Yuhmor untuk membuka jalan bagi pasukan darat.

Operasi tersebut dilaporkan melibatkan kekuatan besar, termasuk Divisi 98 dan Divisi 36 Angkatan Darat Israel, yang didukung Brigade Golani, Brigade Givati, Brigade Lapis Baja ke-7, Brigade Api, serta Unit Multidimensi 888 yang berada di bawah Divisi 91.

Selain pengerahan pasukan elite, militer Israel juga disebut mengandalkan penggunaan intensif drone pengintai, drone serang, dan sistem robotik di medan tempur.

Meski berhasil mencapai wilayah sekitar benteng, sejumlah sumber menilai pencapaian tersebut belum memberikan keuntungan strategis yang signifikan. Area tersebut sebelumnya dilaporkan telah mengalami perubahan besar setelah sebagian infrastruktur pertahanan Hezbollah dihancurkan oleh tentara Lebanon dan sejumlah persenjataan disita sebelum konflik terbaru pecah.

Di sisi lain, kemampuan Israel mempertahankan posisi yang telah direbut masih menjadi tantangan. Sejumlah laporan menyebut pasukan Israel belum mampu membangun kontrol efektif secara permanen di kawasan tersebut.

Perkembangan itu juga memunculkan pertanyaan mengenai tujuan utama operasi militer Israel, yakni menciptakan keamanan bagi permukiman-permukiman di wilayah utara negara itu.

Menurut sejumlah analisis yang beredar di Lebanon, intensitas serangan roket dan proyektil ke kawasan permukiman Israel justru meningkat seiring pergerakan pasukan Israel lebih jauh ke wilayah utara Sungai Litani. Kondisi tersebut disebut menciptakan situasi yang berlawanan dengan tujuan awal operasi, di mana semakin dalam pasukan bergerak ke Lebanon, semakin besar tekanan keamanan yang dirasakan di wilayah perbatasan utara Israel.

Hingga kini, militer Israel belum memberikan rincian resmi mengenai kondisi operasional di sekitar Benteng Yuhmor al-Shaqif maupun dampak terbaru terhadap keamanan permukiman di wilayah utara negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *