PROGRES.ID – Insiden ledakan kembali mengguncang wilayah perbatasan Lebanon Selatan. Seorang prajurit Israel dilaporkan tewas, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan bahan peledak saat operasi militer berlangsung.
Berdasarkan laporan radio militer Israel, peristiwa itu terjadi ketika pasukan dari Brigade 769 menjalankan tugas di garis pertahanan depan kawasan Lebanon selatan. Insiden melibatkan unit dari Batalyon 7106 yang tengah beroperasi di Desa Kfarkela, dekat permukiman Metula.
Dalam operasi tersebut, sebuah kendaraan teknik militer jenis Caterpillar D-9 milik pasukan dilaporkan menghantam alat peledak yang diduga telah dipasang oleh kelompok Hizbullah. Ledakan itu terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan melakukan aktivitas di lokasi.
Tak hanya unit utama, sejumlah pasukan tambahan yang berada di sekitar lokasi untuk mengamankan area juga turut terdampak oleh ledakan tersebut.
Akibat kejadian itu, satu prajurit dinyatakan tewas di lokasi. Sementara sembilan lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda, terdiri dari satu orang dalam kondisi kritis, empat luka sedang, dan empat lainnya luka ringan. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak Israel menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan waktu dan metode penanaman bahan peledak tersebut, termasuk apakah perangkat itu dipasang sebelum atau sesudah aktivitas militer berlangsung di area tersebut.












