PROGRES.ID, TEHERAN – Iran menyatakan telah mengambil kembali kendali penuh atas Strait of Hormuz menyusul tuduhan terhadap Amerika Serikat yang disebut melakukan blokade laut dan tindakan “pembajakan” di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, Letkol Ebrahim Zolfaghari.
Menurut Zolfaghari, sebelumnya Iran telah menyetujui skema pelayaran terbatas bagi sejumlah kapal tanker minyak dan kapal dagang melalui Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik dalam proses negosiasi.
Namun, ia menuduh Amerika Serikat tetap melakukan gangguan di kawasan tersebut dengan dalih pemberlakuan blokade maritim.
Iran Klaim Perketat Pengawasan

Zolfaghari menegaskan kondisi Selat Hormuz kini kembali seperti sebelumnya dan berada di bawah pengelolaan ketat angkatan bersenjata Iran.
Ia menyebut pengawasan ketat akan terus diberlakukan selama Amerika Serikat belum menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal yang berangkat dari Iran maupun kapal yang menuju pelabuhan Iran.
Pernyataan itu menunjukkan Teheran masih memegang sikap keras terhadap aktivitas maritim Washington di kawasan Teluk.
Dibuka Setelah Gencatan Senjata Lebanon
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (17/04/2026) mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah dimulainya gencatan senjata di Lebanon.
Iran menyebut penghentian konflik di Lebanon merupakan bagian tak terpisahkan dari proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebelum pengumuman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump Klaim Iran Tak Akan Tutup Hormuz Lagi
Menanggapi pembukaan kembali jalur pelayaran itu, Trump melalui platform Truth Social mengklaim Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz.
Ia juga menyatakan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran akan tetap berjalan hingga kesepakatan penuh antara kedua negara tercapai.
Selain itu, Trump mengatakan pembicaraan gencatan senjata diperkirakan berlangsung cepat karena sebagian besar poin disebut telah dibahas sebelumnya.
Iran Bantah Pernyataan AS
Pemerintah Iran membantah klaim Trump dan menegaskan jalur tersebut hanya dibuka untuk kapal komersial.
Teheran menyatakan kapal yang ingin melintas wajib menggunakan rute yang telah ditentukan serta memperoleh izin dari Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur ekspor energi terpenting di dunia. Ketegangan di kawasan itu kerap memicu kekhawatiran pasar global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut.












