PROGRES.ID – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk atau CBRE kedatangan investor baru di tengah persiapan aksi korporasi rights issue yang berpotensi menghimpun dana hingga Rp1,9 triliun.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek bulanan yang disampaikan ke Indonesia Stock Exchange (BEI), investor Gabriel Rey melalui perusahaan holding PT Pukul Rata Kanan resmi menguasai sekitar 1,01 persen saham CBRE.
Jumlah kepemilikan tersebut setara dengan sekitar 46 juta lembar saham.
Masuknya investor baru terjadi menjelang pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Prospek Energi Jadi Daya Tarik
Gabriel Rey menilai sektor energi masih memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang, terutama bagi perusahaan yang memiliki model bisnis terintegrasi.
Menurutnya, CBRE memiliki posisi strategis karena bergerak di sektor energi dan infrastruktur sekaligus mempunyai kemampuan konstruksi offshore.
“Saya melihat sektor energi, khususnya perusahaan dengan kapabilitas terintegrasi seperti CBRE, memiliki posisi penting dalam fase pertumbuhan ekonomi berikutnya,” ujarnya dalam keterangannya.
Selain bisnis energi, CBRE juga disebut memiliki potensi pengembangan di sektor maritim melalui aset kapal offshore, pipelaying, hingga heavy lift.
Sementara itu, nama Andry Hakim masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama perseroan dengan kepemilikan sekitar 5,07 persen atau setara 230 juta saham.
Target Dana Segar Capai Rp1,9 Triliun
Sebelumnya, CBRE mengumumkan rencana rights issue dengan menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru bernominal Rp25 per saham.
Perseroan memperkirakan harga pelaksanaan aksi korporasi tersebut berada di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.
Melalui skema itu, potensi dana yang dapat dihimpun diperkirakan mencapai sekitar Rp1,9 triliun.
Dalam jadwal yang telah diumumkan, pemegang 90 saham lama yang tercatat hingga 2 Juni 2026 akan memperoleh 253 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Setiap satu HMETD nantinya memberikan hak kepada investor untuk membeli satu saham baru CBRE.
Periode perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 10 Juni 2026.
Pasar Pantau Aksi Korporasi CBRE
Rights issue CBRE kini menjadi perhatian pelaku pasar karena nilainya yang cukup besar serta dilakukan di tengah tren penguatan sektor energi dan infrastruktur.
Masuknya investor baru menjelang aksi korporasi juga dinilai menjadi sinyal meningkatnya minat terhadap prospek bisnis perseroan ke depan.












