Bisnis  

IHSG Rontok 2,86%, Saham Plastik ASPR dan ESIP Kompak Kena ARB

favicon progres.id
ilustrasi trading saham
Ilustrasi perdagangan saham di bursa efek (Pexels)

PROGRES.ID – Dua saham emiten sektor plastik, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), kompak ditutup menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) di tengah pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.

Pada penutupan sesi perdagangan, IHSG tercatat anjlok 2,86 persen ke level 6.969,40. Saham ASPR yang dibuka di harga 560 sempat melonjak hingga menyentuh level tertinggi 620. Namun, tekanan jual besar membuat saham tersebut berbalik arah dan akhirnya ditutup ARB di level 456 per saham.

Meski mengalami koreksi tajam, performa ASPR sepanjang tahun masih mencatat kenaikan signifikan. Secara year to date (YTD), saham ini telah melonjak sekitar 360,61 persen dari posisi awal tahun di kisaran Rp99 per lembar.

Nasib serupa juga dialami saham ESIP. Setelah dibuka di level 232 yang merupakan posisi Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan sebelumnya, saham ini hanya mampu bergerak hingga level tertinggi 238 sebelum akhirnya jatuh ke zona ARB di harga 187 per saham.

Pergerakan saham ESIP sebelumnya juga sempat menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia karena memperoleh status Unusual Market Activity (UMA) menyusul lonjakan harga yang dinilai tidak biasa dalam beberapa hari terakhir.

Secara YTD, saham ESIP masih mencatat kenaikan sekitar 120 persen dibandingkan dengan harga awal tahun yang berada di kisaran Rp85 per lembar saham.

ASPR sendiri merupakan emiten yang bergerak di bidang industri plastik kemasan. Perusahaan yang berdiri sejak 1991 itu dikenal sebagai produsen plastik kemasan dengan spesialisasi teknologi injection molding dan stretch blow molding.

Produk yang dihasilkan mencakup berbagai jenis kemasan seperti kemasan horeka, minyak goreng, makanan, bahan kimia, galon air, kemasan cat hingga tutup botol.

Perusahaan juga telah mengantongi sertifikasi HACCP dan ISO 22000 yang berkaitan dengan standar keamanan pangan, sehingga produk-produknya dinilai aman digunakan untuk kebutuhan makanan dan minuman.

Sementara itu, ESIP merupakan perusahaan manufaktur kemasan plastik berbasis polietilen yang berdiri sejak 2001 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 14 November 2019.

Hingga kini, ESIP mengoperasikan fasilitas produksi di wilayah Jakarta dan Tangerang dengan produk yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, ritel modern, hingga pengemasan industri berskala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *