PROGRES.ID – Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan operasi drone yang dijalankan kelompok perlawanan Lebanon semakin mempersempit ruang gerak militer Israel di kawasan perbatasan.
Dalam pesan yang ditujukan kepada para komandan dan pejuang Hizbullah, Qassem memuji efektivitas penggunaan drone dalam memantau aktivitas pasukan Israel.
Menurutnya, pesawat nirawak milik kelompok perlawanan kini mampu mengawasi setiap pergerakan lawan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pasukan Israel.
Drone dan Rudal Disebut Bikin Israel Tertekan
Qassem menegaskan negara-negara besar dunia khawatir terhadap kemampuan drone Hizbullah, sementara rudal-rudal kelompok tersebut diklaim mampu mengganggu aktivitas Israel.
Ia menyebut kekuatan perlawanan Lebanon telah menjadi ancaman serius bagi Israel dan menimbulkan ketakutan di kalangan musuh.
“Tekad kuat pasukan perlawanan menjadi badai bagi penjajah Zionis dan menebar ketakutan di pihak lawan,” ujarnya.
Hizbullah Tegaskan Tak Akan Serahkan Senjata
Dalam pernyataannya, Qassem kembali menegaskan Hizbullah tidak akan menyerahkan persenjataan mereka karena hal tersebut dianggap sebagai urusan internal Lebanon yang tidak bisa dinegosiasikan.
Ia juga memastikan kelompoknya tidak akan menyerah ataupun tunduk terhadap tekanan apa pun.
“Hizbullah akan terus membela Lebanon dan rakyatnya,” katanya.
Menurut Qassem, kelompok perlawanan siap menghadapi konsekuensi apa pun selama konflik berlangsung.
“Berapa pun kerugian yang harus ditanggung, harganya tetap lebih rendah dibanding menyerah,” tegasnya.
Ancam Jadikan Medan Tempur “Neraka” bagi Israel
Qassem menyatakan pasukan Hizbullah tidak akan meninggalkan medan pertempuran dan akan membalas seluruh serangan Israel.
Ia bahkan menyebut medan tempur akan diubah menjadi “neraka” bagi pasukan lawan.
Dalam pidatonya, Qassem juga menuding Israel sebagai pihak agresor yang mendapat dukungan penuh militer dan finansial dari Amerika Serikat.
Menurutnya, Hizbullah yang memiliki sumber daya terbatas tetap mampu menghadapi kekuatan militer besar berkat dukungan moral dan keyakinan yang kuat.
Tuduh AS dan Israel Ingin Kuasai Lebanon
Qassem turut menuduh AS dan Israel tengah menjalankan agresi bersama terhadap Lebanon.
Ia mengklaim kedua negara berupaya membawa Lebanon ke dalam pengaruh mereka sebagai bagian dari proyek “Israel Raya”.
Selain itu, Qassem menyinggung kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang menurutnya menjadi langkah paling efektif untuk menghentikan serangan Israel ke Lebanon.
Di akhir pernyataannya, ia meminta pemerintah Lebanon menjaga kedaulatan negara dalam pembicaraan tingkat duta besar dengan perwakilan Israel di Washington pada 14-15 Mei mendatang.












