Israel Sebut 600 Lebih Tentaranya Jadi Korban, Tapi Rezim Zionis Klaim Cuma 10 Tewas, Hizbullah: Bukti Ada di Rekaman Drone

favicon progres.id
drone hizbullah
Ilustrasi drone fiber optik Hizbullah (Sumber: X.com)

PROGRES.ID – Hizbullah mengklaim berhasil meningkatkan efektivitas serangan terhadap pasukan Israel melalui penggunaan drone fiber optik yang disebut sulit dideteksi oleh sistem pertahanan militer Zionis.

Dalam pernyataan terbarunya, Hizbullah menuding Israel menyembunyikan jumlah korban sebenarnya sejak konflik di perbatasan Lebanon kembali memanas di tengah eskalasi perang kawasan yang juga melibatkan Iran dan United States.

Kelompok tersebut menyatakan rekaman kamera drone mereka menunjukkan serangan langsung terhadap pasukan infanteri Israel dari jarak sangat dekat.

“Kami melihat mereka berlari dan melarikan diri di Lebanon,” demikian pernyataan Hizbullah yang juga mempertanyakan laporan resmi korban dari pihak Israel.

Hizbullah Soroti Data Korban Israel

Hizbullah menilai angka korban yang diumumkan Israel tidak sesuai dengan intensitas serangan yang terjadi di lapangan.

Kelompok itu mempertanyakan bagaimana lebih dari 600 korban dilaporkan sejak gencatan senjata, namun hanya sekitar 10 kematian yang diumumkan secara resmi.

Hizbullah bahkan menyebut ada “penyembunyian besar-besaran” terkait jumlah tentara Israel yang tewas maupun terluka dalam operasi militer di perbatasan Lebanon.

Namun, hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah Israel sendiri masih memberlakukan sensor militer ketat terhadap berbagai informasi terkait operasi tempur, termasuk data korban dan kerusakan militer.

Drone Fiber Optik Diklaim Sulit Dideteksi

Dalam konflik terbaru ini, Hizbullah mengklaim menggunakan drone berbasis fiber optik yang dianggap lebih sulit dilacak maupun diganggu oleh sistem peperangan elektronik lawan.

Teknologi tersebut disebut memungkinkan operator drone mempertahankan koneksi langsung tanpa bergantung pada sinyal radio konvensional yang biasanya mudah dideteksi oleh radar atau perangkat jammer.

Hizbullah menilai kemampuan itu memberi keuntungan besar dalam operasi pengintaian maupun serangan presisi terhadap posisi militer Israel.

Ketegangan Perbatasan Terus Meningkat

Situasi di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas setelah konflik regional antara Iran dan Israel meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Militer Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon selatan dengan alasan menargetkan posisi dan infrastruktur Hizbullah.

Sebaliknya, Hizbullah juga rutin meluncurkan roket, drone, dan serangan lintas batas ke wilayah utara Israel.

Konflik tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *