PROGRES.ID – Pergerakan saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) masih berada dalam tekanan jual setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Pada perdagangan Selasa, saham ASPR kembali melemah hingga menyentuh level Rp330 per lembar saham setelah sehari sebelumnya terkena Auto Rejection Bawah (ARB) di harga Rp338.
Tekanan jual terhadap saham emiten manufaktur plastik tersebut terlihat cukup besar. Antrean jual dilaporkan mencapai lebih dari 675 ribu lot dan didominasi investor ritel.
Jika kembali terkena ARB pada perdagangan berikutnya, harga saham ASPR berpotensi turun menuju kisaran Rp282 per saham.
Sempat Melonjak Lebih dari 200 Persen
Sebelum mengalami tekanan tajam, ASPR sempat menjadi salah satu saham dengan kenaikan signifikan di pasar.
Sejak 24 April hingga 7 Mei 2026, saham ASPR terus bergerak menguat. Harga saham yang sebelumnya berada di level Rp199 pada 23 April melonjak menjadi Rp535 saat penutupan perdagangan 7 Mei.
Bahkan pada intraday perdagangan 8 Mei, saham ASPR sempat menyentuh level tertinggi Rp620 per saham.
Jika dibandingkan posisi awal di Rp199, kenaikan tersebut mencapai lebih dari 200 persen sebelum akhirnya berbalik mengalami aksi jual besar-besaran.
Pada awal sesi perdagangan 8 Mei, ASPR sempat menguat 14,02 persen ke Rp610. Namun tak lama kemudian saham tersebut berbalik arah dan ditutup melemah 14,02 persen di level Rp460.
BEI Sempat Minta Klarifikasi
Lonjakan harga saham ASPR sebelumnya juga sempat mendapat perhatian Indonesia Stock Exchange atau BEI.
Bursa meminta klarifikasi kepada manajemen terkait kemungkinan adanya aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan yang dapat memengaruhi pergerakan saham perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen ASPR menyatakan hingga saat itu perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam periode 12 bulan mendatang.
Bergerak di Bisnis Kemasan Plastik
Asia Pramulia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kemasan plastik melalui proses stretch blow moulding dan injection moulding.
Produk yang dihasilkan mencakup botol minuman, kemasan minyak sawit, kemasan kosmetik, farmasi, bahan kimia, ember cat, jerigen, toples makanan, petcan, hingga galon air minum.
Perseroan juga menyebut sebagian produknya telah memenuhi standar food contact dan memiliki sertifikasi halal.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli, menjual, atau menahan saham tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.












