Bisnis  

BNBR Bidik Dana Rp4,76 Triliun Lewat Rights Issue, Bakrie Capital Siap Borong Sisa Saham

favicon progres.id
bakrie and brothers
RUPS PT Bakrie & Brothers Tbk (Foto: Warta Ekonomi)

PROGRES.ID – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersiap melaksanakan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue yang berpotensi menghimpun dana hingga Rp4,76 triliun.

Dalam prospektus yang dipublikasikan perseroan, BNBR menawarkan sebanyak 89,91 miliar saham baru Seri E dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham. Saham yang diterbitkan tersebut memiliki nilai nominal Rp12 per lembar dan setara dengan sekitar 34,15 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue selesai dilaksanakan.

Menukil Bisnis.com, manajemen BNBR menjelaskan bahwa rencana penambahan modal ini telah memperoleh restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 27 Februari 2026. Sementara itu, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diterima pada 15 Juni 2026.

Perseroan menawarkan total 89.919.839.078 saham biasa Seri E kepada para pemegang saham yang berhak. Dalam pelaksanaannya, setiap pemegang 27 saham lama BNBR yang tercatat hingga 26 Juni 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 14 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp53 per saham.

Adapun jadwal rights issue BNBR dimulai dari periode cum-right di pasar reguler dan negosiasi pada 24 Juni 2026, kemudian berlanjut hingga masa pelaksanaan HMETD yang berlangsung dari 30 Juni hingga 13 Juli 2026. Penjatahan saham tambahan dijadwalkan pada 16 Juli 2026, sementara pembayaran penuh oleh pembeli siaga akan dilakukan pada 17 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, dua pemegang saham utama BNBR yakni Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd memilih untuk tidak menggunakan seluruh hak yang mereka miliki. Kedua perusahaan tersebut akan mengalihkan HMETD kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) yang bertindak sebagai pembeli siaga.

Port Fraser International Ltd yang menguasai sekitar 22,41 persen saham BNBR akan mengalihkan sekitar 20,14 miliar HMETD kepada BCI. Sementara Fountain City Investment Ltd yang memiliki 22,17 persen saham akan menyerahkan sekitar 19,93 miliar HMETD.

Dengan pengalihan tersebut, BCI berpeluang mengeksekusi sekitar 40,08 miliar HMETD dengan nilai investasi mencapai kurang lebih Rp2,12 triliun. Perseroan menyatakan bahwa BCI telah memiliki kesiapan dana untuk melaksanakan seluruh hak tersebut.

Tak hanya itu, BCI juga berperan sebagai standby buyer yang siap menyerap saham baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD lainnya. Berdasarkan perjanjian pembelian siaga yang diteken pada 25 Mei 2026, BCI bahkan siap membeli hingga seluruh sisa saham yang diterbitkan dalam rights issue apabila diperlukan.

BNBR mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam aksi korporasi ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimum 34,15 persen setelah proses rights issue selesai.

Seluruh saham baru hasil PMHMETD V nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki hak yang setara dengan saham BNBR lainnya yang telah beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *