PROGRES.ID – Sumber-sumber keamanan Israel mengakui bahwa kemampuan tempur Hizbullah terus mengalami peningkatan, termasuk dalam hal akurasi serangan dan pemahaman terhadap taktik militer Israel.
Laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, mengungkap bahwa aparat keamanan negara itu melihat adanya “kurva pembelajaran” yang terus meningkat di pihak Hizbullah. Peningkatan tersebut disebut tidak hanya terjadi pada penggunaan drone, tetapi juga dalam kemampuan mengarahkan tembakan secara lebih presisi.
Menurut sumber keamanan yang dikutip media tersebut, Hizbullah mampu memperbaiki ketepatan serangannya dari waktu ke waktu, sehingga memaksa militer Israel menyesuaikan pola operasi di lapangan.
“Mereka meningkatkan akurasi tembakan setiap saat. Karena itu kami berusaha bergerak sebanyak mungkin di dalam zona pengamanan dan menghindari bertahan terlalu lama di lokasi yang sama selama operasi berlangsung,” kata sumber tersebut.

Laporan itu juga menyebut bahwa militer Israel dan Hizbullah saat ini terlibat dalam apa yang disebut para pejabat keamanan sebagai “pertempuran pembelajaran”. Dalam situasi tersebut, kedua pihak terus mengamati dan mempelajari taktik lawan untuk mencari keunggulan di medan pertempuran.
Sumber keamanan Israel menilai Hizbullah secara aktif mempelajari metode operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan terus melakukan penyesuaian guna meningkatkan efektivitas serangannya.
Pengakuan tersebut menunjukkan kekhawatiran di kalangan keamanan Israel terhadap kemampuan Hizbullah yang dinilai semakin adaptif di tengah ketegangan yang masih berlangsung di perbatasan utara. Peningkatan kapasitas kelompok tersebut dipandang sebagai tantangan tambahan bagi militer Israel yang berupaya mempertahankan keunggulan operasionalnya di kawasan.
Pernyataan itu muncul di tengah berlanjutnya konfrontasi antara Israel dan Hizbullah, yang dalam beberapa bulan terakhir ditandai dengan saling serang menggunakan rudal, artileri, dan pesawat nirawak di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.












