Serangan Gabungan Hizbullah di Lebanon Selatan Tewaskan Tentara Elite Israel, Belasan Lainnya Terluka

Penulis: Tim Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
dikejar drone hizbullah
Ilustrasi tentara Israel dikejar drone FPV Hizbullah (Grok)

PROGRES.ID, BEIRUT — Dua anggota pasukan elite Israel tewas dan 13 tentara lainnya terluka setelah Hizbullah melancarkan serangan gabungan menggunakan roket, mortir, dan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak di Lebanon selatan, menurut laporan Radio Militer Israel.

Salah seorang tentara yang tewas diidentifikasi sebagai Nir Ben Ari, anggota Unit Maglan yang berada di bawah Formasi Komando Israel. Dua tentara lainnya dilaporkan mengalami luka serius alias sekarat, sementara seorang perwira menderita luka sedang dan 10 personel lainnya mengalami luka ringan.

Menurut laporan tersebut, serangan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat di kawasan Kfartebnit dan Pegunungan Ali al-Taher, Lebanon selatan.

Hizbullah disebut meluncurkan puluhan roket, mortir, dan drone peledak ke arah pasukan Israel yang saat itu tengah menjalankan operasi militer untuk menguasai kawasan strategis Pegunungan Ali al-Taher.

Insiden itu menyebabkan sedikitnya satu tentara tewas dan 13 lainnya terluka di pihak Israel.

Sementara itu, militer Israel juga mengklarifikasi laporan sebelumnya terkait tewasnya empat awak tank dalam pertempuran di Lebanon selatan. Menurut hasil penyelidikan awal, kematian para awak tank bukan disebabkan oleh gangguan operasional atau kerusakan teknis kendaraan tempur tersebut.

Militer Israel menyatakan terdapat bukti adanya serangan eksternal yang menghantam tank tersebut. Berdasarkan penilaian awal, serangan diduga berasal dari drone peledak yang membawa hulu ledak rudal antitank.

Di sisi lain, Radio Militer Israel melaporkan bahwa hingga saat ini pasukan Israel belum berhasil memasuki atau menguasai Bukit Ali al-Taher.

Militer Israel meyakini terdapat puluhan pejuang Hizbullah yang bertahan di kawasan tersebut dan berlindung di dalam jaringan terowongan tempur bawah tanah.

Pertempuran di Lebanon selatan terus berlanjut di tengah meningkatnya intensitas bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah. Kawasan Ali al-Taher menjadi salah satu titik pertempuran paling sengit karena posisinya yang strategis dan medan yang sulit dijangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *