PROGRES.ID –  Penguasaan Selat Bab al-Mandab oleh kelompok Houthi di Yaman mendapat sorotan dari media Israel. Saluran 14 Israel, yang dikenal memiliki kedekatan dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyebut perkembangan tersebut sebagai pencapaian strategis penting yang dampaknya dapat melampaui kawasan Timur Tengah.

Dalam pemberitaannya, Saluran 14 menilai Houthi berhasil mencapai kemajuan strategis yang signifikan dengan dukungan Iran.

Menurut media tersebut, perkembangan di Bab al-Mandab tidak dapat dipandang sekadar sebagai dinamika konflik di Yaman. Penguasaan jalur strategis itu disebut memiliki konsekuensi regional sekaligus berpotensi memengaruhi kepentingan global.

“Kelompok Houthi di Yaman, dengan mengandalkan kekuatan Iran, telah mencapai pencapaian strategis yang besar dan penting di tingkat regional,” demikian laporan Saluran 14.

Media Israel itu menekankan bahwa penguasaan Bab al-Mandab merupakan peristiwa yang memiliki implikasi strategis.

Bab al-Mandab Jadi Perhatian Global

selat bab el mandeb
Selat Bab el Mandeb, Yaman (Foto: Istimewa)

Saluran 14 juga menyatakan bahwa kendali penuh Ansar Allah, nama yang digunakan Houthi untuk menyebut gerakannya, atas Bab al-Mandab menjadi perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.

Kekhawatiran tersebut, menurut laporan itu, tidak hanya berkaitan dengan keamanan negara-negara di sekitar Laut Merah maupun Timur Tengah.

Dampaknya dinilai dapat meluas ke tingkat global karena Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

“Penguasaan penuh oleh Ansar Allah di Yaman atas Bab al-Mandab sangat mengkhawatirkan, tidak hanya dari sudut pandang regional dan Timur Tengah, tetapi juga di tingkat global,” demikian penilaian yang dikutip dari Saluran 14.

Posisi Bab al-Mandab menjadikan setiap perubahan situasi keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi lalu lintas perdagangan internasional.

Jalur ini menjadi bagian penting dari rute pelayaran yang menghubungkan kawasan Asia dan Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Karena itu, gangguan berkepanjangan dapat memaksa kapal-kapal dagang mencari rute alternatif yang lebih jauh.

Dukungan Iran Jadi Sorotan

Pemberitaan Saluran 14 juga menempatkan Iran dalam konteks perkembangan tersebut. Media itu menilai kemampuan Houthi mencapai posisi strategis di Bab al-Mandab tidak terlepas dari dukungan Teheran.

Bagi Israel, perkembangan tersebut menjadi perhatian karena Iran dan kelompok-kelompok yang memiliki hubungan dengannya telah memainkan peran penting dalam dinamika keamanan Timur Tengah.

Penguasaan Bab al-Mandab juga menambah kompleksitas situasi keamanan di kawasan yang sudah menghadapi berbagai konflik dan ketegangan.

Dengan demikian, perhatian terhadap Bab al-Mandab kini tidak hanya datang dari negara-negara yang berbatasan langsung dengan Laut Merah. Jalur tersebut juga menjadi titik penting dalam perhitungan strategis negara-negara besar yang memiliki kepentingan terhadap perdagangan dan keamanan energi global.

Penilaian dari media Israel tersebut menunjukkan bahwa perkembangan di Yaman mulai dipandang sebagai persoalan yang memiliki dimensi geopolitik lebih luas, terutama terkait posisi Iran, keamanan jalur pelayaran, dan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.