PROGRES.ID – Raphinha sedang menikmati salah satu periode paling impresif dalam kariernya bersama Barcelona. Kapten asal Brasil itu kini bahkan berhasil melewati catatan gol Lionel Messi setelah tujuh jornada La Liga, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan transformasinya di bawah asuhan Hansi Flick.

Raphinha menjadi bintang utama ketika Barcelona mengalahkan Sevilla 3-1 pada Sabtu. Ketiga gol Blaugrana dalam pertandingan tersebut diborong oleh sang kapten.

Kemenangan itu sekaligus menjaga rekor sempurna Barcelona di La Liga. Dari tujuh pertandingan yang telah dimainkan, Barcelona menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.

Bagi Raphinha, hat-trick ke gawang Sevilla menjadi yang kedua secara beruntun. Sebelumnya, pemain berusia 29 tahun tersebut juga mencetak tiga gol ketika Barcelona menghadapi Racing Santander.

Raphinha Cetak 12 Gol dalam 7 Pertandingan La Liga

Dua hat-trick berturut-turut membuat jumlah gol Raphinha di La Liga musim ini melonjak menjadi 12 gol hanya dari tujuh penampilan.

Jika seluruh kompetisi dihitung, kontribusinya semakin impresif. Raphinha telah mencatatkan 14 gol dan tiga assist pada awal musim 2026-27.

Menurut data Opta, hanya satu pemain yang mampu mencetak gol lebih banyak daripada Raphinha setelah tujuh pertandingan La Liga pada abad ke-21, yakni Cristiano Ronaldo.

Lionel Messi sebelumnya mencetak 11 gol setelah tujuh jornada La Liga pada musim 2017-18. Messi juga pernah mengoleksi 10 gol pada jumlah pertandingan yang sama di musim 2011.

Ronaldo masih memegang rekor tertinggi. Mantan penyerang Real Madrid itu mencetak 13 gol dalam tujuh pertandingan pertama La Liga musim 2014-15.

Dengan 12 gol, Raphinha kini berada di antara dua legenda sepak bola tersebut dalam daftar tersebut.

Catatan Gol Setelah 7 Jornada La Liga

  • Cristiano Ronaldo: 13 gol pada 2014-15
  • Raphinha: 12 gol pada 2026-27
  • Lionel Messi: 11 gol pada 2017-18
  • Lionel Messi: 10 gol pada 2011

Pencapaian tersebut menunjukkan betapa drastis perkembangan Raphinha sejak dipercaya memainkan peran yang lebih sentral dalam sistem permainan Flick.

Raphinha Bukan Sekadar Mesin Gol Barcelona

Perubahan posisi menjadi salah satu faktor penting di balik ledakan produktivitas Raphinha.

Sebelumnya, Raphinha lebih dikenal sebagai pemain sayap yang mengandalkan kecepatan, kemampuan membawa bola, serta tekanan tinggi dari sisi lapangan. Namun, Flick semakin sering menempatkannya di area tengah sebagai penyerang.

Hasilnya terlihat jelas.

Saat menghadapi Sevilla, Raphinha menunjukkan kemampuan mencetak gol dari berbagai cara. Gol pertamanya lahir melalui kaki kanan, kemudian ia mencetak gol kedua lewat sundulan sebelum menyelesaikan hat-trick menggunakan kaki kiri.

Ketiga gol tersebut sekaligus menggambarkan betapa lengkapnya ancaman Raphinha di lini depan.

Catatan individu lainnya juga terus bertambah. Hat-trick melawan Sevilla merupakan hat-trick keempat Raphinha bersama Barcelona di La Liga.

Jumlah tersebut membuatnya melewati Neymar yang mengoleksi tiga hat-trick selama memperkuat Blaugrana. Raphinha juga kini berada di atas Samuel Eto’o dalam catatan tersebut.

Hansi Flick Punya Peran Besar dalam Perkembangan Raphinha

Perubahan Raphinha bukan hanya tentang jumlah gol.

Hansi Flick juga berkali-kali menyoroti kontribusi sang pemain dalam melakukan pressing, memimpin rekan-rekannya, serta membantu pertahanan sejak lini depan.

Karakter tersebut pula yang membuat Raphinha dipercaya mengenakan ban kapten Barcelona.

Usai kemenangan atas Sevilla, Flick kembali memberikan pujian terhadap performa pemain Brasil tersebut. Sang pelatih menilai Raphinha berada dalam level permainan yang sangat tinggi dan merasa nyaman menjalankan peran sebagai penyerang tengah.

Keputusan memainkan Raphinha di posisi tersebut juga memberikan keuntungan taktis bagi Barcelona.

Dengan Raphinha bergerak lebih ke tengah, Barcelona dapat memaksimalkan pemain seperti Karim Adeyemi dan Anthony Gordon dari area sayap. Pada saat yang sama, intensitas pressing Raphinha tetap menjadi senjata penting untuk merebut bola dari lawan.

Kombinasi tersebut sejauh ini memberikan hasil luar biasa.

Raphinha dan Sorotan Ballon d’Or

Performa sensasional Raphinha juga kembali menghidupkan perbincangan mengenai absennya nama pemain tersebut dari daftar nominasi Ballon d’Or 2026.

Raphinha tidak masuk dalam daftar 30 pemain yang dinominasikan untuk penghargaan individu bergengsi tersebut.

Pelatih Sevilla, Luis Garcia, bahkan mempertanyakan keputusan tersebut setelah melihat langsung Raphinha mencetak hat-trick ke gawang timnya.

Namun, ada konteks penting yang perlu diperhatikan.

12 gol Raphinha di La Liga musim ini tidak menjadi dasar penilaian daftar nominasi Ballon d’Or 2026, karena periode penilaian penghargaan tersebut mengacu pada performa di musim sebelumnya. Dengan demikian, ledakan performa Raphinha pada awal musim 2026-27 terjadi setelah daftar nominasi ditentukan.

Artinya, statistik terbarunya tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa keputusan nominasi tersebut keliru.

Meski begitu, performa Raphinha saat ini membuat absennya nama sang pemain semakin menjadi bahan perbincangan.

Barcelona Berusaha Pertahankan Raphinha

Performa luar biasa tersebut juga semakin memperkuat pentingnya Raphinha bagi Barcelona.

Klub Catalan dilaporkan terus berupaya mempertahankan sang pemain dalam jangka panjang. Pembicaraan mengenai kontrak baru hingga 2030 disebut semakin dekat.

Jika melihat kontribusinya sejauh musim ini, tidak mengherankan apabila Barcelona ingin memastikan Raphinha tetap menjadi bagian penting proyek mereka.

Pada usia 29 tahun, Raphinha justru sedang menunjukkan produktivitas terbaiknya.

Ia bukan hanya menjadi pencetak gol utama, tetapi juga pemimpin di lapangan dan salah satu pemain terpenting dalam sistem Flick.

Tinggal Satu Gol dari Rekor Cristiano Ronaldo

Setelah tujuh jornada, Raphinha telah melewati catatan terbaik Messi untuk jumlah gol pada fase yang sama di La Liga abad ke-21.

Kini hanya Cristiano Ronaldo yang masih berada di atasnya.

Ronaldo mencetak 13 gol dalam tujuh pertandingan awal musim 2014-15, sementara Raphinha sudah mengoleksi 12 gol.

Dengan demikian, pemain Brasil tersebut hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor Ronaldo.

Momentum Raphinha juga sedang berada di level luar biasa. Ia mencetak enam gol dalam dua pertandingan La Liga terakhir Barcelona.

Jika ketajamannya berlanjut setelah jeda internasional, bukan tidak mungkin Raphinha segera menyamai atau bahkan melewati salah satu catatan produktivitas paling impresif dalam sejarah La Liga abad ke-21.

Untuk sementara, satu hal sudah pasti: Raphinha telah melampaui catatan Lionel Messi dan kini hanya berjarak satu gol dari Cristiano Ronaldo.