PROGRES.ID – Influenza A pada anak perlu menjadi perhatian orang tua karena infeksi virus influenza dapat menimbulkan keluhan yang beragam, mulai dari gejala ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan medis.
Perhatian terhadap influenza semakin penting setelah Kementerian Kesehatan pada 2026 menerbitkan surat edaran terkait penanggulangan influenza A(H3N2) subclade K, menyusul laporan peningkatan aktivitas influenza musiman secara global.
Influenza merupakan penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus tersebut dapat menular dengan mudah dan menginfeksi bagian saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun, risiko mengalami komplikasi akibat influenza dapat lebih tinggi. Karena itu, orang tua penting mengetahui gejala influenza A pada anak sekaligus tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan medis.
Gejala Influenza A pada Anak
Salah satu ciri influenza adalah gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Keluhan yang dialami setiap anak bisa berbeda-beda.
Beberapa gejala influenza pada anak yang perlu dikenali antara lain:
- Demam atau menggigil
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair
- Hidung tersumbat
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Tubuh terasa lemas atau kelelahan
Pada anak-anak, terutama usia yang lebih kecil, influenza juga dapat disertai muntah dan diare. Keluhan saluran pencernaan tersebut dilaporkan lebih sering ditemukan pada anak dibandingkan orang dewasa.
Meski demam termasuk gejala yang umum, tidak semua anak yang terkena influenza akan mengalami demam.
Orang tua juga perlu memahami bahwa gejala influenza dapat terlihat mirip dengan berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya. Karena itu, munculnya batuk, pilek, atau demam saja belum cukup untuk memastikan bahwa anak mengalami influenza A.
Jika diperlukan, dokter atau tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan tes influenza untuk membantu memastikan diagnosis.
Kapan Influenza pada Anak Harus Diwaspadai?
Sebagian besar anak dengan influenza dapat mengalami perbaikan kondisi. Namun, orang tua tetap perlu memantau perkembangan gejalanya karena influenza dapat menimbulkan komplikasi.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga, serta memburuknya penyakit kronis tertentu yang sebelumnya sudah dimiliki anak.
Risiko komplikasi lebih besar pada anak berusia di bawah 5 tahun, terutama anak yang usianya masih di bawah 2 tahun.
Karena itu, jangan menunda mencari pertolongan medis apabila anak menunjukkan gejala atau kondisi berikut:
- Napas menjadi cepat atau anak kesulitan bernapas
- Bibir atau wajah terlihat kebiruan
- Dada tampak tertarik saat anak bernapas
- Mengeluhkan nyeri dada
- Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi
- Anak tampak sangat tidak aktif atau sulit diajak berinteraksi ketika terjaga
- Mengalami kejang
Orang tua juga perlu segera memeriksakan anak apabila demam atau batuk sempat membaik, tetapi kemudian kembali dan kondisinya justru semakin berat.
Khusus bayi berusia kurang dari 12 minggu, munculnya demam membutuhkan penanganan medis segera.
Cara Mencegah Influenza A pada Anak
Pencegahan influenza pada anak dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan mengurangi risiko paparan virus.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua meliputi:
1. Biasakan mencuci tangan
Ajarkan anak untuk membersihkan tangan secara rutin, terutama setelah beraktivitas dan sebelum makan.
2. Bersihkan permukaan yang sering disentuh
Permukaan benda yang sering digunakan bersama sebaiknya dibersihkan secara berkala untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus.
3. Pastikan sirkulasi udara baik
Sirkulasi udara yang baik di dalam rumah maupun ruangan tempat anak beraktivitas dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko penularan infeksi saluran pernapasan.
4. Hindari kontak dekat dengan orang sakit
Jika ada anggota keluarga atau orang di sekitar anak yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, upayakan untuk mengurangi kontak dekat.
5. Pertimbangkan vaksinasi influenza
Vaksin influenza untuk anak merupakan salah satu langkah pencegahan yang direkomendasikan sesuai usia dan kondisi kesehatan anak. Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal dan jenis vaksinasi yang sesuai.
Kapan Anak dengan Influenza Perlu Dibawa ke Dokter?
Tidak semua gejala influenza membutuhkan penanganan darurat. Namun, orang tua sebaiknya tidak mengabaikan perubahan kondisi anak.
Jika anak termasuk kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, mengalami gejala yang berat, atau menunjukkan tanda bahaya seperti kesulitan bernapas, kebiruan, dehidrasi, kejang, maupun penurunan aktivitas yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.
Mengenali gejala influenza A pada anak sejak dini membantu orang tua memantau kondisi dengan lebih baik. Dengan mengetahui tanda bahaya dan melakukan langkah pencegahan, risiko komplikasi serta keterlambatan penanganan dapat diantisipasi.

Komentar