PROGRES.ID – Arti sakinah mawaddah warahmah sering dicari oleh masyarakat, terutama ketika menghadiri pernikahan atau memberikan ucapan kepada pasangan pengantin baru. Kalimat tersebut sangat populer dalam tradisi pernikahan masyarakat Muslim di Indonesia dan kerap ditulis pada undangan, kartu ucapan maupun disampaikan dalam doa untuk kedua mempelai.

Secara sederhana, sakinah berarti ketenteraman, mawaddah berarti cinta atau kasih, sedangkan rahmah berarti kasih sayang atau rahmat. Ketiga istilah tersebut merujuk pada gambaran kehidupan rumah tangga yang diharapkan dipenuhi ketenangan, cinta dan kasih sayang.

Lantas, dari mana istilah sakinah mawaddah warahmah berasal dan apa makna sebenarnya dalam kehidupan rumah tangga?

Apa Arti Sakinah Mawaddah Warahmah?

Sakinah mawaddah warahmah merupakan ungkapan yang bersumber dari Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan bagi manusia agar tercipta ketenteraman di antara pasangan serta menghadirkan rasa cinta dan kasih sayang.

Karena itu, ketika seseorang mengucapkan “semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah” kepada pengantin baru, ungkapan tersebut pada dasarnya merupakan doa dan harapan agar kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi ketenangan, cinta serta kasih sayang.

Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa istilah tersebut berkaitan dengan makna ketenteraman, kasih atau cinta, serta kasih sayang dalam kehidupan perkawinan.

Sakinah Mawaddah Warahmah Berasal dari Surat Apa?

Istilah sakinah, mawaddah, dan rahmah dikaitkan dengan QS Ar-Rum ayat 21.

Ayat tersebut menjelaskan salah satu tanda kebesaran Allah melalui penciptaan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenteraman. Dalam ayat yang sama disebutkan pula adanya mawaddah dan rahmah di antara pasangan.

Terjemahan bagian ayat tersebut secara umum menggambarkan bahwa Allah menciptakan pasangan dari jenis manusia sendiri agar manusia merasa tenteram kepadanya, kemudian menjadikan di antara pasangan rasa cinta dan kasih sayang.

Dengan demikian, ungkapan yang sering diberikan kepada pengantin baru tersebut tidak muncul begitu saja dari tradisi masyarakat, tetapi memiliki keterkaitan dengan pesan Al-Qur’an mengenai kehidupan berpasangan.

Arti Sakinah

Kata pertama adalah sakinah.

Secara sederhana, sakinah dapat dimaknai sebagai ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan rasa aman.

Dalam konteks kehidupan rumah tangga, keluarga yang sakinah bukan berarti sebuah keluarga tidak pernah menghadapi persoalan. Kehidupan suami istri tetap dapat menghadapi perbedaan pendapat, masalah ekonomi, pekerjaan, pengasuhan anak maupun berbagai tantangan lainnya.

Makna sakinah lebih berkaitan dengan hadirnya ketenteraman dalam hubungan pasangan sehingga rumah tangga menjadi tempat untuk memperoleh rasa aman dan kedamaian.

Kementerian Agama dalam materi bimbingan perkawinan menjelaskan sakinah sebagai keadaan tenteram dalam kehidupan pasangan.

Dengan kata lain, sakinah adalah ketenangan yang diharapkan hadir dalam kehidupan rumah tangga.

Arti Mawaddah

Kata kedua adalah mawaddah.

Mawaddah umumnya dimaknai sebagai cinta dan kasih.

Dalam kehidupan pernikahan, mawaddah menggambarkan adanya rasa cinta antara suami dan istri. Perasaan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam membangun hubungan yang harmonis.

Kementerian Agama menjelaskan mawaddah sebagai kasih yang ditandai dengan rasa cinta dan kemauan untuk saling memberi.

Dengan demikian, mawaddah tidak sekadar berarti perasaan cinta yang muncul ketika pasangan baru menikah. Cinta tersebut dapat diwujudkan melalui perhatian, penghargaan, komunikasi dan kesediaan untuk saling mendukung.

Arti Rahmah atau Warahmah

Sementara itu, rahmah berarti kasih sayang dan rahmat.

Dalam ungkapan sakinah mawaddah warahmah, kata warahmah berasal dari gabungan wa yang berarti “dan” serta rahmah yang berarti kasih sayang atau rahmat.

Kementerian Agama memberikan penjelasan bahwa rahmah dalam konteks pasangan dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk menerima kekurangan satu sama lain.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan pernikahan tidak hanya membutuhkan cinta, tetapi juga kasih sayang dan penerimaan.

Sebuah pasangan tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Ada saat ketika salah satu pasangan menghadapi kesulitan, sakit, tekanan pekerjaan atau persoalan lainnya. Pada situasi seperti itu, rahmah dapat dipahami sebagai dorongan untuk tetap memberikan perhatian dan kasih sayang.