PROGRES.ID – Nama Timnas Benin menjadi perhatian dunia setelah ditunjuk sebagai lawan Argentina dalam pertandingan yang menandai perpisahan Lionel Messi dari sepak bola internasional.

Benin menghadapi Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, dalam pertandingan persahabatan pada 6 Oktober 2026. Laga tersebut menjadi penampilan terakhir Messi bersama La Albiceleste setelah lebih dari dua dekade membela negaranya. FIFA sebelumnya telah mengonfirmasi Benin sebagai lawan dalam pertandingan perpisahan tersebut.

Bagi Argentina, sorotan utama tentu tertuju kepada Messi. Namun bagi Benin, kesempatan tampil di hadapan puluhan ribu pendukung Argentina juga menjadi momen penting dalam sejarah sepak bola negara Afrika Barat tersebut.

Berasal dari Afrika Barat

Benin merupakan negara di Afrika Barat yang berbatasan dengan Togo, Nigeria, Burkina Faso, dan Niger.

Ibu kota resminya adalah Porto-Novo, sedangkan Cotonou merupakan salah satu kota terbesar sekaligus pusat ekonomi penting negara tersebut.

Sepak bola Benin berada di bawah federasi Fédération Béninoise de Football (FBF) yang berafiliasi dengan FIFA sejak 1964 dan CAF sejak 1962.

Tim nasional Benin memiliki julukan Les Guépards, yang berarti The Cheetahs atau Si Cheetah.

Belum Pernah Tampil di Piala Dunia

Salah satu fakta menarik tentang Benin adalah mereka belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia.

Benin sebenarnya sempat berada dalam persaingan untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2026. Mereka bahkan memasuki pertandingan terakhir kualifikasi dengan peluang untuk lolos.

Namun, kekalahan telak 0-4 dari Nigeria pada pertandingan terakhir membuat peluang tersebut sirna. Afrika Selatan kemudian mengambil tiket ke Piala Dunia dari grup tersebut.

Karena itu, pertandingan melawan Argentina menjadi salah satu panggung internasional terbesar bagi Benin pada 2026.

Prestasi Terbaik: Perempat Final Piala Afrika 2019

Jika berbicara prestasi terbesar, Piala Afrika 2019 menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Benin.

Benin untuk pertama kalinya mampu mencapai perempat final Piala Afrika. Dalam perjalanan menuju delapan besar, mereka bahkan menyingkirkan Maroko melalui drama adu penalti.

Langkah Benin kemudian terhenti setelah kalah dari Senegal.

Prestasi tersebut hingga kini menjadi pencapaian terbaik Benin di Piala Afrika.

Pada edisi terakhir, Benin juga menunjukkan perlawanan ketika menghadapi Mesir. Mereka akhirnya tersingkir setelah pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu.

Dilatih Gernot Rohr

Timnas Benin ditangani pelatih asal Jerman, Gernot Rohr.

Rohr bukan nama asing dalam sepak bola Afrika. Ia sebelumnya memiliki pengalaman menangani sejumlah tim nasional di kawasan tersebut, termasuk Nigeria.

FIFA mencatat Rohr sebagai pelatih tim nasional putra Benin.

Pengalaman Rohr di sepak bola Afrika menjadi salah satu modal Benin untuk menghadapi lawan dengan level berbeda seperti Argentina.

Junior Olaitan Jadi Salah Satu Pemain yang Disorot

Salah satu nama yang menarik perhatian dari skuad Benin adalah Junior Olaitan.

Gelandang tersebut memperkuat Besiktas di Turki dan disebut sebagai salah satu pemain penting generasi baru Benin.

Selain Olaitan, Benin juga memiliki sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi Eropa. Di antaranya Aiyegun Tosin yang bermain di Prancis dan Steve Mounié yang berkarier di Jerman.

Benin juga memiliki penyerang muda Rodolfo Aloko, yang menjadi salah satu talenta yang tengah diperhatikan. Ia mencetak dua gol ketika Benin mengalahkan Mauritania dalam kualifikasi Piala Afrika.

Posisi Ranking FIFA Benin

Menjelang pertandingan melawan Argentina, Benin berada di peringkat ke-93 dunia dalam ranking FIFA.

Posisi tersebut membuat Benin berada cukup jauh di bawah Argentina, tetapi tetap menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang sepenuhnya asing dalam persaingan internasional.

Menariknya, posisi terbaik Benin dalam sejarah ranking FIFA terjadi pada 2009, ketika mereka sempat menempati peringkat ke-59 dunia.

Benin dan Sejarah Pertandingan Melawan Tim Non-Afrika

Benin relatif jarang menghadapi negara dari luar Afrika.

Menurut laporan AS, sebelum menghadapi Argentina, Benin sepanjang sejarah hanya pernah bertemu dua lawan non-Afrika dalam pertandingan internasional, yakni Denmark pada 1974 dan Uni Emirat Arab pada 2007.

Karena itu, duel menghadapi Argentina menjadi pengalaman yang sangat berbeda bagi skuad Les Guépards.

Apalagi lawan yang mereka hadapi bukan sekadar tim besar, melainkan Argentina yang datang dengan status juara dunia dan membawa Messi dalam laga terakhirnya bersama tim nasional.

Bukan Sekadar Pelengkap di Malam Perpisahan Messi

Meski pertandingan tersebut dipusatkan sebagai seremoni perpisahan Messi, Benin tetap memiliki kepentingan tersendiri.

Bagi para pemain Benin, bermain di Stadion Monumental melawan Argentina memberikan pengalaman menghadapi salah satu tim terbaik dunia sekaligus kesempatan tampil di hadapan sorotan sepak bola internasional.

Bahkan sebelum pertandingan, media Argentina menyebut Benin sebagai lawan yang cukup unik untuk pertandingan terakhir Messi. Namun, Les Guépards tetap datang membawa identitas dan ambisi mereka sendiri.

Pertandingan tersebut juga menjadi bagian dari sejarah Benin karena mereka tercatat sebagai lawan terakhir Messi bersama Timnas Argentina.

Argentina vs Benin Jadi Momen Bersejarah

Pertandingan di Monumental akhirnya menjadi panggung penutup perjalanan internasional Messi.

Messi mengakhiri kariernya bersama Argentina sebagai pencetak gol terbanyak dan pemegang penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional. FIFA mencatat Messi sebelum pertandingan ini memiliki 207 penampilan dan 125 gol untuk Argentina.

Bagi Benin, pertandingan tersebut akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah mereka.

Bukan karena Benin datang sebagai favorit, melainkan karena Les Guépards menjadi tim terakhir yang berhadapan dengan Lionel Messi dalam seragam Argentina.

Dengan demikian, nama Benin akan selalu tercatat dalam salah satu halaman paling emosional dalam perjalanan panjang karier internasional Messi.