PROGRES.ID, BUENOS AIRES – Bek Timnas Benin, Mohamed Tijani, menjadi salah satu pemain yang mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan Lionel Messi dalam laga persahabatan melawan Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB.

Pertandingan tersebut memiliki arti khusus karena menjadi laga internasional terakhir Messi bersama Timnas Argentina di hadapan publik negaranya.

Tijani sebelumnya sudah menyampaikan kekagumannya kepada Messi. Bahkan, sebelum pertandingan, bek Benin tersebut mengaku tidak memiliki rencana khusus untuk melakukan penjagaan ketat terhadap kapten Argentina itu.

“Tidak perlu mengawal Messi. Kami hanya akan menikmati pertandingan ini. Saya akan melihatnya dan berkata, ‘Messi, kamu adalah Tuhan’,” ujar Tijani kepada televisi Argentina, dikutip dari Detik.com.

Mohamed Tijani Kagum pada Lionel Messi

Sikap Tijani tersebut menunjukkan betapa besarnya penghormatan pemain Benin itu terhadap Messi.

Dalam wawancara dengan media Argentina, Tijani bahkan menyebut Messi sebagai pemain terbaik di dunia. Ia juga mengaku mengikuti perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 dan berharap La Albiceleste menjadi juara.

“Saya menonton pertandingan Argentina di Piala Dunia. Saya ingin Argentina menang melawan Spanyol karena saya sangat menyukai Messi,” kata Tijani, seperti ditulis TyC Sports.

Menurut Tijani, menghadapi Messi dalam pertandingan terakhirnya bersama Argentina merupakan momen yang harus dinikmati, bukan sekadar pertandingan yang harus dimenangkan.

“Kami akan memberikan segalanya agar perayaan ini berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Bukan Cuma Ingin Menghentikan Messi

Menariknya, Tijani justru terlihat lebih bersemangat menikmati momen daripada memikirkan cara menghentikan Messi.

Bek Benin itu bahkan sempat berjalan-jalan di Buenos Aires sebelum pertandingan. Saat ditemui media Argentina, ia menunjukkan sebuah mate yang dibelinya untuk anaknya.

“Saya membawa mate dari Argentina untuk anak saya,” kata Tijani, dikutip dari MARCA.

Ketika ditanya mengenai cara menghentikan Messi, jawabannya kembali mengundang perhatian.

“Tidak ada rencana khusus untuk bertahan melawan Messi. Kami harus menikmati pertandingan ini dan itu saja,” ujar Tijani.

Ia juga berharap bisa mendapatkan jersey Messi sebagai kenang-kenangan dari pertandingan bersejarah tersebut.

Momen Spesial di Monumental

Pertemuan Argentina dan Benin berlangsung dalam atmosfer emosional. Messi tampil dalam laga yang menjadi penutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina.

Pada menit ke-10, pertandingan sempat dihentikan untuk memberikan penghormatan kepada Messi. Momen tersebut membuat Tijani berada dalam posisi istimewa karena ia menjadi salah satu pemain Benin yang berdiri di lapangan ketika penghormatan untuk sang kapten Argentina berlangsung.

Reuters mengabadikan momen Messi dan Tijani dalam pertandingan tersebut ketika penghormatan pada menit ke-10 dilakukan di Monumental.

Bagi Tijani, pertandingan melawan Argentina bukan sekadar agenda persahabatan. Ini menjadi kesempatan langka untuk berbagi lapangan dengan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.

Sikapnya pun sudah jelas sejak sebelum pertandingan: bukan mencari cara untuk mematikan Messi, melainkan menikmati kesempatan terakhir melihat sang megabintang mengenakan jersey Argentina.