PROGRES.ID – Manchester City menghadapi babak baru dalam kasus pelanggaran aturan keuangan Premier League. Setelah dinyatakan bersalah atas hampir seluruh dakwaan, The Citizens resmi mengajukan banding dan kini menunggu proses hukum yang bisa menentukan masa depan klub.

Kasus panjang yang membelit Manchester City memasuki fase penting. Pada 29 September 2026, Premier League mengumumkan hasil putusan komisi independen yang menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius aturan keuangan selama periode 2009/10 hingga 2017/18.

Dari total 115 dakwaan yang diajukan Premier League pada 2023, laporan putusan menyebut City dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan. Satu dakwaan lainnya tidak terbukti. Klub juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.

Manchester City Resmi Ajukan Banding

Manchester City tidak menerima putusan tersebut. Klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu resmi mengajukan banding pada 1 Oktober 2026.

Dalam pernyataannya, City menyebut putusan komisi independen mengandung kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip, dan fakta. Klub juga kembali menegaskan bahwa mereka tidak bersalah dan mengklaim memiliki bukti kuat untuk mendukung posisi tersebut.

Premier League kemudian mengonfirmasi bahwa permohonan banding telah diajukan kepada Ketua Judicial Panel.

Proses banding akan ditangani Appeal Board independen beranggotakan tiga orang. Sidang tersebut berlangsung secara tertutup dan hasilnya baru akan dipublikasikan ketika aturan mengizinkannya.

Dengan demikian, kasus Manchester City belum benar-benar berakhir meski putusan bersalah telah diumumkan.

Apa Sebenarnya Pelanggaran Manchester City?

Kasus ini berkaitan dengan aktivitas keuangan Manchester City selama sembilan musim, mulai 2009/10 hingga 2017/18.

Menurut komisi independen, City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang disebut sebagai “sham contracts” atau kontrak yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Skema tersebut dinilai digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus menekan biaya yang tercatat.

Komisi juga menemukan bahwa City memberikan informasi keuangan yang tidak akurat serta menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya dari auditor dan regulator sepak bola.

Salah satu temuan paling besar berkaitan dengan dugaan skema pendanaan terselubung. The Guardian melaporkan bahwa dari sekitar £949,94 juta sponsor yang tercatat dalam periode tersebut, sekitar £830,69 juta disebut berasal dari pembayaran yang dikaitkan dengan Abu Dhabi United Group (ADUG), entitas yang terkait dengan pemilik klub Sheikh Mansour.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dari alasan komisi menyatakan City melanggar aturan finansial Premier League dan UEFA.

Sanksi Apa yang Bisa Diterima Manchester City?

Sampai sekarang, sanksi final terhadap Manchester City belum ditetapkan.

Premier League menyatakan hukuman akan dibahas melalui proses terpisah bersama komisi independen.

Secara teori, hukuman dapat berupa:

  • denda dalam jumlah besar;
  • pengurangan poin;
  • pencabutan gelar;
  • sanksi terkait kompetisi;
  • hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League.

Namun, belum ada kepastian bahwa semua atau salah satu hukuman tersebut akan dijatuhkan.

Kasus ini juga berpotensi memiliki konsekuensi di luar sanksi olahraga. Sejumlah klub yang merasa dirugikan selama periode pelanggaran dapat mempertimbangkan tuntutan kompensasi, meski proses tersebut diperkirakan sangat rumit dan dapat berlangsung bertahun-tahun.

Banding Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

Aturan fast-track baru Premier League menyebut sidang banding semestinya digelar dalam waktu maksimal 12 minggu setelah banding diajukan. Keputusan kemudian diharapkan keluar paling lambat 30 hari setelah sidang berakhir.

Meski demikian, kasus Manchester City diperkirakan belum akan selesai dengan cepat.

Sky Sports melapCEO City Ferran Soriano sebelumnya disebut telah menyampaikan kepada para petinggi klub Eropa bahwa perseteruan Manchester City dengan Premier League masih dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Chairman City Khaldoon Al Mubarak juga menegaskan bahwa proses tersebut masih panjang dan klub tetap percaya diri untuk membuktikan ketidakbersalahannya.

Berbeda dengan kasus hukuman UEFA yang pernah dialami City pada 2020, perkara Premier League ini tidak dapat dibawa ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Gary Lineker Minta Manchester City Mengakui Kesalahan

Perkembangan terbaru juga memunculkan komentar keras dari mantan pemain timnas Inggris, Gary Lineker.

Pada 7 Oktober 2026, Lineker meminta Manchester City mengakui pelanggaran dan menerima hukuman yang nantinya diberikan. Menurutnya, sikap tersebut dapat membantu mengakhiri polemik yang telah berlangsung bertahun-tahun dan mengurangi kerusakan terhadap reputasi klub maupun Premier League.

Lineker bahkan menyebut dirinya tidak akan terkejut jika gelar Premier League yang diraih City pada periode yang dipermasalahkan ikut dipertimbangkan untuk dicabut.

Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Lineker dan bukan keputusan resmi terkait sanksi Manchester City.

Manchester City Tetap Bertanding

Di tengah kasus hukum tersebut, aktivitas sepak bola Manchester City tetap berjalan.

Menukil Reuters, City saat ini bahkan memimpin klasemen Premier League dengan 15 poin dari lima pertandingan, dan dijadwalkan menghadapi Liverpool pada 11 Oktober 2026.

Situasi tersebut membuat kasus 115 pelanggaran menjadi semakin menarik. Di satu sisi, City tetap bersaing di lapangan dan berupaya mengejar trofi. Di sisi lain, klub masih menghadapi ancaman sanksi yang berpotensi memberikan dampak besar terhadap masa depan mereka.

Untuk saat ini, belum ada keputusan final mengenai hukuman Manchester City. Putusan bersalah dari komisi independen telah keluar, tetapi proses banding yang diajukan klub masih berjalan. Hasil banding dan sidang mengenai sanksi akan menjadi babak berikutnya dari salah satu kasus finansial terbesar dalam sejarah Premier League.

Kata kunci SEO: Manchester City, kasus 115 pelanggaran, kasus Manchester City terbaru, 115 charges Manchester City, Premier League, banding Manchester City, sanksi Manchester City, pelanggaran finansial Manchester City.