PROGRES.ID – Super Typhoon Champi bergerak mendekati wilayah barat daya Jepang dan memicu kewaspadaan otoritas setempat terhadap ancaman angin kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi. Badai yang sebelumnya mencapai intensitas super taifun itu diperkirakan mendekati Kepulauan Sakishima di Prefektur Okinawa pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Jiji Press yang dikutip Nippon.com, Champi bergerak ke arah barat laut di perairan selatan Kepulauan Sakishima pada Kamis sore. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan warga.

Meski menjadi salah satu badai terkuat di kawasan Pasifik tahun ini, Champi dilaporkan mulai melemah. Namun, kekuatannya masih berpotensi menimbulkan dampak serius di wilayah yang dilalui maupun di sekitar pusat badai.

Angin kencang dan hujan lebat mengancam Okinawa

Data JMA yang dilaporkan pada Kamis menunjukkan tekanan udara di pusat badai sekitar 925 hektopascal. Kecepatan angin maksimum di dekat pusatnya mencapai 50 meter per detik, dengan kecepatan angin maksimum sesaat hingga 70 meter per detik.

Di Kepulauan Sakishima, curah hujan selama 24 jam diperkirakan mencapai 200 milimeter hingga Jumat sore dan tambahan 150 milimeter hingga Sabtu sore. Angin kencang di kawasan Yaeyama juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan tempat tinggal.

Ancaman tersebut membuat warga dan wisatawan di wilayah terdampak perlu memperhatikan pengumuman resmi, menghindari kawasan pesisir ketika gelombang tinggi, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

Lebih dari 100 penerbangan di Jepang dibatalkan

Dampak Champi terhadap transportasi sudah terasa sebelum badai mendekati wilayah Jepang. Reuters melaporkan bahwa Japan Airlines, All Nippon Airways (ANA), dan Skymark membatalkan lebih dari 100 penerbangan, terutama rute domestik, untuk periode Kamis hingga Minggu.

Gangguan tersebut diperkirakan memengaruhi perjalanan lebih dari 11.000 penumpang. Wisatawan yang memiliki jadwal penerbangan menuju Okinawa dan pulau-pulau di sekitarnya disarankan memeriksa status penerbangan langsung melalui maskapai masing-masing.

Champi juga memengaruhi latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Jepang bertajuk Keen Sword. Sejumlah kegiatan latihan disesuaikan dengan perkembangan cuaca demi menjaga keselamatan personel yang terlibat.

Latihan tersebut melibatkan sekitar 56.000 personel Amerika Serikat dan Jepang, bersama pasukan dari sejumlah negara mitra.

Champi diperkirakan bergerak menuju Laut China Timur

Setelah mendekati kawasan Sakishima, Champi diperkirakan bergerak ke utara melintasi Laut China Timur. Badai tersebut diproyeksikan melemah dan bertransisi menjadi siklon ekstratropis pada awal pekan berikutnya, meskipun jalur dan intensitasnya tetap dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer.

Karena itu, perkembangan Champi masih perlu dipantau, terutama oleh masyarakat di Okinawa dan wilayah barat daya Jepang. Hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi dapat tetap terjadi meskipun kekuatan badai mulai menurun.

Hingga laporan yang dirujuk dalam artikel ini diterbitkan, Champi diberitakan sedang mendekati wilayah Jepang, bukan telah menghantam daratan utama negara tersebut. Informasi mengenai dampak terbaru perlu mengikuti pembaruan dari JMA dan otoritas setempat.