PROGRES.ID – Selama puluhan tahun, nama Polytron lekat dengan TV, kulkas, dan mesin cuci di ruang keluarga Indonesia. Kini nama itu muncul di jalan raya. Polytron meluncurkan mobil listrik pertamanya dengan seri G3 dan G3+. G3+ merupakan varian paling lengkap.

Lahir dari Kolaborasi, Dirakit di Dalam Negeri

Mobil ini dikembangkan bersama mitra dari Tiongkok. Menperin menyebut mobil listrik perdana ini hasil kerja sama dengan Skyworth Auto. Sebagian menyebutnya rebranding, tetapi tidak sepenuhnya. Desainnya mengingatkan pada Skyworth EV K. Perakitannya dilakukan di Indonesia. Mobil ini dirakit di fasilitas Polytron di Purwakarta, Jawa Barat, dengan skema CKD. Tingkat kandungan lokalnya disebut sudah mencapai sekitar 40 persen.

Dapur Pacu dan Ukuran

Dari sisi tenaga, G3+ tidak main-main untuk kelas SUV listrik harga menengah:

  • Motor listrik: penggerak roda depan, 150 kW (sekitar 201 daya kuda), torsi 320 Nm
  • Baterai: LFP berkapasitas 51,916 kWh
  • Akselerasi: 0-100 km/jam dalam 9,6 detik
  • Pengisian cepat: hingga 70 kW, dan kurang dari 35 menit untuk mengisi dari 20 ke 70 persen lewat arus DC
  • Dimensi: panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, wheelbase 2.800 mm, sehingga kabinnya lega untuk lima penumpang

Torsi besar khas mobil listrik membuat tarikan awalnya terasa responsif. Itu enak dipakai di kemacetan kota maupun saat menyalip di jalan antarkota.

Apa yang Membedakan G3+ dari G3?

Kalau G3 adalah pintu masuk, G3+ adalah versi yang lebih mewah. G3+ memakai pelek 20 inci, panoramic sunroof, dan sistem audio 8 speaker plus subwoofer. Fiturnya juga mencakup ADAS Level 2 dengan fungsi hands-off pada adaptive cruise control. Soal warna, G3+ tersedia dalam Midnight Black dan Galaxy Grey.
Polytron G3 Meluncur, Mobil Listrik SUV Lokal Resmi Dipasarkan

Jurus Pembeda: Sewa Baterai

Daya tarik paling menarik dari Polytron adalah skema kepemilikannya. G3+ ditawarkan dalam dua pilihan, yaitu Buy to Own dan Battery as a Service (BaaS), dengan jaminan nilai jual kembali hingga 70% dalam tiga tahun. Pada peluncuran, harga dengan sewa baterai untuk G3+ adalah Rp339 juta, sedangkan beli utuh dengan baterai sebesar Rp459 juta. Polytron juga memberi garansi baterai hingga 8 tahun.

Mobil Listrik G3 Series Mejeng di Polytron Fest 51st Anniversary

Logikanya jelas. Baterai adalah komponen termahal dan paling ditakuti soal usia pakai. Dengan menyewanya, pembeli menurunkan harga awal dan mengurangi kekhawatiran itu.

Catatan harga: angka di atas adalah harga saat peluncuran (Mei 2025). Pada April 2026, G3+ dipasarkan Rp505,5 juta on the road DKI Jakarta, termasuk baterai. Harga bisa berubah dan berbeda antarwilayah, jadi cek langsung ke dealer resmi.

Bagaimana Sambutan Pasar?

Awal yang cukup menjanjikan untuk pemain baru. Menurut data Gaikindo, sepanjang 2025 Polytron mendistribusikan 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer. Angka itu disebut manajemen berada di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam distribusi wholesales. Memang masih jauh dari target awal 1.500 unit yang pernah disebut, tetapi untuk produk perdana dari merek non-otomotif, ini bukan capaian kecil.