PROGRES.ID, JAKARTA – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang September 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, pasar otomotif nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip sejumlah media otomotif, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 79.540 unit pada September 2026. Angka tersebut turun sekitar 2,7 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 81.757 unit.

Sementara itu, penjualan retail atau distribusi kendaraan dari dealer kepada konsumen tercatat sebanyak 81.243 unit. Capaian ini turun 2,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di kisaran 83.400 unit.

Koreksi tersebut terjadi setelah pasar mobil nasional mencatatkan kinerja lebih tinggi pada Agustus 2026. Namun, penurunan bulanan ini belum menghapus tren pertumbuhan pasar otomotif Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Data tersebut juga memperlihatkan perubahan persaingan di industri otomotif nasional. Toyota masih mempertahankan posisi sebagai merek mobil terlaris, sedangkan BYD semakin memperkuat posisinya melalui penjualan kendaraan listrik.

Penjualan Mobil Januari-September 2026 Tumbuh Dua Digit

Secara kumulatif, pasar otomotif Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif selama Januari hingga September 2026.

Gaikindo mencatat penjualan wholesales mencapai 679.020 unit, meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 561.405 unit.

Dari sisi penjualan ritel, total mobil yang terjual kepada konsumen mencapai 676.223 unit. Jumlah tersebut naik sekitar 15,4 persen dibandingkan Januari-September 2025 yang mencatatkan 585.926 unit.

Berikut gambaran penjualan mobil nasional pada September 2026.

Indikator September 2026 Perubahan bulanan
Wholesales 79.540 unit Turun 2,7%
Retail sales 81.243 unit Turun 2,6%

Angka tersebut menunjukkan bahwa distribusi mobil baru dari pabrik ke dealer maupun penjualan kepada konsumen sama-sama mengalami koreksi.

Meski demikian, pertumbuhan tahunan yang masih tinggi memberikan gambaran bahwa pasar otomotif nasional belum kehilangan momentum sepenuhnya.

Toyota Masih Menjadi Merek Mobil Terlaris

Persaingan merek mobil terlaris di Indonesia pada September 2026 masih dipimpin Toyota. Pabrikan asal Jepang tersebut mempertahankan posisi teratas, baik berdasarkan distribusi dari pabrik ke dealer maupun penjualan ritel kepada konsumen.

Berdasarkan data Gaikindo yang dilaporkan Suara.com dan Katadata, Toyota mencatat penjualan wholesales sebanyak 21.877 unit. Sementara itu, penjualan ritelnya mencapai 21.648 unit.

Daihatsu menempati posisi kedua dengan penjualan wholesales sebanyak 11.558 unit dan penjualan ritel 12.317 unit.

Di tengah dominasi pabrikan Jepang, BYD menunjukkan perkembangan signifikan. Produsen kendaraan listrik asal China itu mencatat penjualan wholesales sebanyak 6.031 unit dan penjualan ritel 7.421 unit.

Capaian tersebut menempatkan BYD di posisi ketiga berdasarkan kedua kategori penjualan, sekaligus memperlihatkan meningkatnya persaingan di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia September 2026

Berikut daftar merek mobil dengan penjualan wholesales tertinggi pada September 2026 berdasarkan data Gaikindo yang dipublikasikan Katadata.

Peringkat Merek mobil Penjualan
1 Toyota 21.877 unit
2 Daihatsu 11.558 unit
3 BYD 6.031 unit
4 Suzuki 5.316 unit
5 Mitsubishi Fuso 4.725 unit
6 Mitsubishi Motors 4.661 unit
7 Honda 3.466 unit
8 Jaecoo 3.400 unit
9 Hino 3.262 unit
10 Isuzu 3.155 unit

Sumber: Data Gaikindo yang dikutip Katadata, 13 Oktober 2026. 

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa pabrikan Jepang masih memiliki posisi kuat di pasar otomotif nasional. Toyota dan Daihatsu menguasai dua posisi teratas, sementara Suzuki, Mitsubishi, dan Honda juga masuk dalam jajaran merek dengan penjualan tinggi.

Di sisi lain, BYD dan Jaecoo menjadi representasi persaingan yang semakin ketat dari merek asal China. Keduanya berhasil menembus jajaran sepuluh besar penjualan kendaraan nasional.

Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu juga mempertahankan posisi di kelompok teratas melalui segmen kendaraan komersial.

BYD Perkuat Posisi di Pasar Mobil Listrik

Perkembangan BYD menjadi salah satu sorotan dalam data penjualan mobil September 2026.

Penjualan ritel BYD yang mencapai 7.421 unit bahkan melampaui Suzuki, yang mencatat 5.625 unit pada periode yang sama. Mitsubishi Motors berada di posisi berikutnya dengan penjualan ritel sebanyak 4.515 unit, sedangkan Honda mencatat 4.214 unit.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin memiliki tempat dalam persaingan pasar otomotif Indonesia.

Kehadiran berbagai model baru, pilihan harga yang semakin beragam, serta pengembangan teknologi kendaraan elektrifikasi turut memperluas alternatif bagi konsumen.

Selain kendaraan listrik berbasis baterai, mobil hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) juga menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif nasional.

Meski demikian, keberlanjutan pertumbuhan kendaraan elektrifikasi tetap dipengaruhi oleh harga jual, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, biaya kepemilikan, dan kebijakan insentif pemerintah.

Mengapa Penjualan Mobil Turun pada September?

Penurunan penjualan mobil pada September 2026 belum tentu menunjukkan pelemahan permintaan yang berlangsung secara berkepanjangan. Pergerakan bulanan dapat dipengaruhi oleh waktu peluncuran produk, program promosi, ketersediaan kendaraan, dan perubahan pola pembelian konsumen.

KatadataOTO juga menyoroti sejumlah tantangan pasar, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak, pergerakan nilai tukar rupiah, serta ketidakpastian kebijakan insentif kendaraan elektrifikasi. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi pertimbangan masyarakat ketika memutuskan membeli mobil baru.

Di sisi lain, aktivitas pameran otomotif dan promosi dari produsen maupun dealer dapat memberikan dorongan terhadap penjualan pada bulan-bulan tertentu.

Karena itu, penurunan sekitar 2,6–2,7 persen pada September perlu dilihat bersama dengan pertumbuhan tahunan dan data kumulatif sepanjang 2026.

Target Penjualan Mobil 850.000 Unit pada 2026

Gaikindo sebelumnya menetapkan target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit untuk sepanjang 2026.

Dengan penjualan wholesales mencapai 679.020 unit hingga September, industri otomotif masih membutuhkan sekitar 170.980 unit pada Oktober-Desember untuk mencapai target tersebut.

Artinya, pasar harus membukukan rata-rata penjualan sekitar 57.000 unit per bulan selama kuartal IV 2026. Angka itu masih berada di bawah capaian wholesales September yang mencapai 79.540 unit.

Secara matematis, target tersebut masih dapat dicapai apabila permintaan tetap terjaga dan distribusi kendaraan berlangsung dengan baik. Namun, realisasinya akan bergantung pada kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, kebijakan pemerintah, serta strategi penjualan setiap produsen.

Prospek Industri Otomotif Indonesia pada Kuartal IV 2026

Memasuki tiga bulan terakhir tahun ini, pelaku industri otomotif akan menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mempertahankan daya beli konsumen.

Persaingan diperkirakan tetap berlangsung ketat, khususnya antara merek Jepang yang telah lama mendominasi pasar dan merek China yang semakin agresif menawarkan kendaraan listrik maupun model dengan teknologi elektrifikasi.

Toyota masih memiliki keunggulan dalam volume penjualan, sedangkan perkembangan BYD memperlihatkan bahwa peta persaingan dapat berubah seiring meningkatnya penerimaan konsumen terhadap kendaraan listrik.

Bagi industri otomotif nasional, menjaga ketersediaan kendaraan, menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif, dan menghadirkan produk sesuai kebutuhan konsumen akan menjadi faktor penting menjelang akhir tahun.