PROGRES.ID, MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi menikah dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Prosesi akad nikah berlangsung secara tertutup di Hotel Harris, Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (31/10/2026).

Pernikahan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang tersebut menjadi perhatian publik setelah Wahyu membagikan momen sakral itu melalui akun Instagram pribadinya, @wahyuhidayatmbois.

Dalam dokumentasi yang beredar, Wahyu terlihat mengenakan kemeja putih dengan jas hitam dan peci. Sementara itu, Septhelena tampil mengenakan gaun pengantin berwarna putih.

Prosesi ijab kabul berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB dan dipimpin KH M. Anas Fauzie An Nachrowi atau yang dikenal sebagai Ustaz Anas Fauzi.

Pernikahan tersebut berlangsung sederhana dengan undangan terbatas dari keluarga kedua mempelai. Rangkaian acara dilaporkan berlangsung sekitar dua jam.

Ustaz Anas membenarkan dirinya menjadi penghulu dalam pernikahan Wahyu Hidayat dan Septhelena Maria.

“Benar, yang memimpin pernikahan itu saya,” kata Anas sebagaimana dikutip dari pemberitaan detikJatim.

Mahar Pernikahan Wahyu Hidayat Rp31 Juta

Salah satu hal yang menarik perhatian dari pernikahan Wali Kota Malang tersebut adalah mahar yang diberikan kepada Septhelena.

Dalam prosesi ijab kabul, Wahyu menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp31 juta.

Nominal tersebut bukan tanpa alasan. Menurut penjelasan Ustaz Anas, jumlah mahar dipilih karena menyesuaikan tanggal pelaksanaan pernikahan, yakni 31 Oktober.

Ustaz Anas mengungkapkan bahwa dirinya sempat menanyakan alasan pemilihan nominal tersebut kepada Wahyu.

Wahyu kemudian menjelaskan bahwa angka Rp31 juta dipilih agar sesuai dengan tanggal pernikahan mereka.

Prosesi akad nikah berjalan lancar dan khidmat. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, kedua mempelai melanjutkan rangkaian acara pernikahan.

Septhelena Maria Berasal dari Jakarta Barat

Pernikahan Wahyu Hidayat turut memunculkan rasa penasaran masyarakat mengenai sosok perempuan yang kini menjadi pendamping hidupnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Ustaz Anas, Septhelena Maria Yosepha berasal dari wilayah Tambora, Jakarta Barat.

Informasi tersebut diketahui berdasarkan dokumen kependudukan yang digunakan dalam proses administrasi pernikahan.

Ustaz Anas mengaku tidak mengetahui secara mendalam latar belakang Septhelena karena baru bertemu dengannya ketika prosesi akad nikah berlangsung.

Sementara itu, Wahyu sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya telah mengenal Septhelena cukup lama. Namun, ia belum mengungkapkan secara terperinci perjalanan hubungan keduanya kepada publik.

Wahyu juga menyebut pernikahan tersebut memang sengaja dilaksanakan secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga dekat.

Menikah Kembali Setelah Istri Pertama Meninggal

Pernikahan dengan Septhelena menjadi babak baru kehidupan pribadi Wahyu Hidayat setelah istri pertamanya, Hanik Andriani, meninggal dunia pada 20 November 2025.

Hanik dikenal sebagai sosok yang aktif mendampingi kegiatan Pemerintah Kota Malang, khususnya dalam aktivitas Tim Penggerak PKK dan sejumlah program pemberdayaan masyarakat.

Setelah hampir satu tahun menjalani kehidupan tanpa pasangan, Wahyu akhirnya kembali membangun rumah tangga melalui pernikahannya dengan Septhelena.

KH Anas Fauzie turut menyampaikan pesan kepada kedua mempelai agar senantiasa menjaga keharmonisan rumah tangga.

Ia berharap Wahyu dan Septhelena dapat membangun keluarga yang rukun, tenteram, saling terbuka, serta saling percaya.

Pesan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab Wahyu sebagai kepala daerah yang memiliki kesibukan dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.

Menurut Anas, komunikasi dan kemampuan meluangkan waktu bersama menjadi hal penting agar kehidupan keluarga tetap berjalan harmonis di tengah kesibukan pekerjaan.

Kabar pernikahan Wahyu Hidayat dan Septhelena Maria pun menjadi perhatian masyarakat Malang setelah dokumentasi akad nikah mereka tersebar melalui media sosial.